Presiden Klub Borneo FC Samarinda, Nabil Husein Said Amin akhirnya angkat bicara perihal tudingan miring seusai pertandingan Liga 1 2017 saat melawan Bali United, Senin (11/9) lalu.


Ya, pada laga itu ia dianggap melakukan intimidasi terhadap perangkat pertandingan. Bahkan dalam salinan surat keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bernomor 088/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 itu, dituliskan bahwa ia melakukan ancaman dan bertutur kata tidak pantas.


Dikonfirmasi perihal itu, Nabil Husein membantahnya. "Tidak benar itu, saya tidak bicara ke wasit 'saya bisa bayar kamu', yang benar saya bilang 'siapa yang bayar kamu, saya juga bisa bayar kamu,' kalau dibaca secara lengkap itu maknanya berbeda loh," ujarnya.


"Ada komentar saya yang diubah dan tidak dijelaskan secara lengkap di surat itu, sehingga memunculkan opini tidak bagus, padahal apa yang sampaikan ini sebenarnya untuk menegakkan kualitas sepak bola kita," tambah Nabil.


Nabil pun membantah telah melakukan intimidasi, tuduhan ini dianggapnya tidak mendasar, terlebih hukuman dijatuhkan tanpa mendengar klarifikasi dari Borneo FC. "Bagaimana saya dibilang intimidasi, saya tidak memukul, saya hanya bertanya dan anehnya sanksi diberikan tanpa memberikan kesempatan kami melakukan pembelaan dan klarifikasi, komdis ini cara kerjanya tidak benar," paparnya.


"Saya merasa ada pihak yang tidak senang dengan Borneo FC, ketika saya mempertanyakan, saya justru di-judge macam-macan, tapi tujuan saya untuk liga ini lebih baik, insyaallah dengan kejadian ini, liga kita akan lebih baik dan jujur," urainya.


Di sisi lain, Nabil juga mempertanyakan perihal tujuan kedatangan wasit asing ke Liga Indonesia. Dijelaskannya, pihaknya sangat mendukung jika kinerja wasit asing untuk mengangkat kualitas pertandingan, namun pada kenyataannya pihaknya menilai kinerja wasit asing jauh dari harapan. Sebab, sarat dengan kepentingan.


"Tujuan wasit ini di datangkan ke Indonesia untuk apa? Jelas untuk perbaikan kan? jadi mari kerja dengan fair (adil). nah yang terjadi dari pertandingan kemarin, itu diluar tujuan mereka di datangkan. sangat tidak fair, sekali lagi ini bukan soal hasil, tapi soal kejujuran dalam memimpin. Bagi saya, kalah draw dan menang harus kita terima tapi pertandingan kemarin itu sangat tidak benar, diluar fair play," pungkas Nabil.


Sementara itu, Borneo FC telah mengajukan proses banding atas putusan Komdis, surat banding itu sudah dikirimkan kepada Komisi Banding PSSI, Kamis (14/9) pagi. Menunggu putusan Komding tersebut, Borneo FC pada Jumat sore mengalihkan fokus persiapan untuk pertandingan melawan Bhayangkara FC, 20 September mendatang. (AHS/KOK)