Imbas sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (komdis) PSSI, terkait adanya dugaan intimidasi pada wasit setelah laga melawan Bali United, Borneo FC Samarinda tak tinggal diam. Selain melakukan banding atas putusan tersebut, panpel Borneo FC juga bergegas mencari markas alternatif.


Dan untuk mencari home base sementara itu, manajemen pun kini membidik beberapa stadion di Indonesia. Seperti diketahui, empat laga kandang terdekat yang akan dilakoni Pesut Etam ialah laga melawan Persiba Balikpapan (25/9), PSM Makassar (8/10), Persela Lamongan (19/10) serta partai tunda melawan Persib Bandung.


"Ada banyak alternatif, apalagi di Kalimantan ini banyak stadion respentatif, seperti Bontang dan Balikpapan. Tapi kami juga mempertimbangkan memakai Stadion Marora di Serui yang dikenal angker," ujar Farid Abubakar, manajer Borneo FC Samarinda.


Jika Borneo FC Samarinda memang menggunakan Stadion Marora, tim-tim yang akan menjadi lawan Pesut Etam akan menempuh perjalanan tak mudah. Sebab biaya tranportasi dan akomodasi ke Serui, dikenal sangat banyak menguras keuangan manajemen klub di Indonesia.


“Ya, biar kita jauh sekalian dari Samarinda. Tapi itu hanya alternatif sementara. Kita dari manajemen masih menimbang-nimbang dan memikirkan, stadion mana yang akan digunakan,” sambung Farid. "Presiden klub juga tahu rencana memakai stadion di Serui, ini kami masih komunikasi lebih lanjut jika memang jadi meminjam markas Perseru Serui," katanya lagi.


Disinggung soal kondisi tim saat ini, Farid menegaskan semua pemain sama sekali tak terpengaruh dengan jatuhnya sanksi tersebut. Pemain memang tak bisa mendapatkan dukungan langsung dari suporter, tapi Farid meyakini pemain profesional siap bermain dalam kondisi apapun.


"Persiapan sama sekali tidak terganggu. Mental mereka sudah kuat bermain dimana saja. Salah satu contoh, kemarin waktu tahu lawan Persib ditunda, mereka bilang kenapa nggak tanding di kandang Persib saja. Itu menandakan semangat mereka sangat berlipat," tegasnya. (SP/KOK)