Mendapat peringanan sanksi tak begitu saja melegakan Borneo FC Samarinda. Persoalan tetap kompleks bagi pasukan Pesut Etam. Makin jauh jarak mesti ditempuh, tambah singkat waktu untuk dikejar.


Munculnya jadwal baru kontra Persib Bandung (4/10) dianggap Borneo terlalu memaksakan. Pesut Etam baru tiga hari sebelumnya melakoni tandang kontra Barito Putera (1/10) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Persib jauh lebih diuntungkan. Pada hari yang sama, Maung Bandung menantang Persiba Balikpapan (1/10) di Batakan. Dengan demikian, Michael Essien dan kawan-kawan hanya perlu bertahan di Kaltim untuk melanjutkan tur ke Bontang, kandang sementara Borneo FC Samarinda selama sanksi laga usiran.


Manajemen Borneo FC Samarinda pun beraksi. Surat dilayangkan agar laga bisa merevisi jadwal. Mepetnya agenda dikhawatirkan berdampak buruk terhadap kondisi tim.


"Kami sudah ajukan permohonan penundaan jadwal lagi. Dalam sepekan, kami nyaris melakukan tiga pertandingan," keluh Sekretaris Borneo FC Samarinda Ridhotya Warman.


Diketahui, setelah menjamu Persiba pada Senin (25/9) mendatang, Pesut Etam bertolak ke Banjarmasin menantang Barito Putera enam hari kemudian. Tiga hari berikutnya, kembali ke Bontang dan menjamu Persib sebagaimana dijadwalkan ulang oleh operator liga.


Kondisi tersebut begitu rentan bagi Borneo FC Samarinda. Masa recovery minim jadi alasan. Namun, Kunihiro Yamashita dan kawan-kawan tak punya pilihan jika permohonan jadwal ulang tidak disetujui. Dalam kondisi tersebut, tim pelatih mesti putar otak agar pemain tetap bugar dalam jadwal super padat.


Manajer Borneo FC Samarinda Farid Abubakar mengaku tak terlalu mempersoalkan tim yang akan dijadikan lawan tanding. Bila jadwal tanding sesuai dirilis operator liga, elemen tim tetap wajib fokus memetik tiga poin. "Mungkin stamina terganggu dan manajemen pahami itu. Tapi, kalau bisa dapat tiga poin lebih bagus," terang Farid. (ABI/KOK)