Saat bentrok dengan Persiba Balikpapan di Stadion Mulawarman Bontang, Senin (25/9) lalu, pemain Borneo FC Samarinda asal Papua, Patrcik Wanggai ditarik keluar pada menit ke-71. Perannya saat itu digantikan oleh Jefri Kurniawan.


Selepas itu, ia lantas berteriak dari bangku cadangan, bukan karena kesal diganti atau mendapat menit bermain yang sedikit, Patrich justru berteriak untuk menyemangati rekan setimnya yang bermain.


Cara pemain yang pernah bermain di Liga Malaysia ini memang sedikit berbeda. Ia terdengar seperti marah dengan logat Papua yang kental. Rupanya cara itu ampuh untuk membakar semangat Lerby Eliandri dan kawan-kawan.


Menanggapi hal itu, Iwan Setiawan pelatih Borneo FC Samarinda pun tak segan memberikan pujian. Ia menilai hal itu justru membuat aura tim positif. “Patrich orang yang saya andalkan untuk membangun semangat ke pemain,” papar Iwan.


Patrich sendiri mengakui, apa yang ia lakukan memang untuk memacing semangar rekan-rekannya. Mengingat laga ini merupakan pertaruhan gengsi, ditambah perjalan panjang yang menguras tenaga. Maka cara terbaik melawan rasa lelah itu adalah dengan semangat tinggi. “Harus begitu. Kita tahu punya perjalanan panjang dan pertandingan berat, jadi harus semangat lagi,” beber Patrich.


Ya, teriakan Patrich di pinggir lapangan seperti mengejek timnya sendiri. Walaupun itu adalah bentuk pancingan agar skuad Pesut Etam bisa tampil habis-habisan. “Kalau seperti itu mainnya, orang kampung juga bisa. Lebih baik kalian tak usah main kalau begitu,” teriak Patrich.


Hasilnya, seluruh pemain tak kendor dan tetap fight hingga peluit panjang ditiup wasit Iwan Sukoco. Kemenangan satu gol ini direbut Pesut Etam meski laga kandang di mainkan di kota Bontang.


“Ini berkah yang baik bagi kami. Kami bisa membawa pulang 3 poin. Walau bukan di kandang sendiri, namun perjuangan tim sangat luar biasa. Yang jelas kami akan memperbaiki lagi permainan tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Patrich. (HFZ/KOK)