Menantang Barito Putera besok (1/10), Borneo FC mendapat ancaman serius dari tuan rumah. Salah satunya hasil positif yang didapat tim berjuluk Laskar Antasari di laga terakhir. Mampu menumbangkan Semen Padang 1-2.


Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan menganggap langkah timnya mencuri poin di Banjarmasin tidak mudah. Meski bukan tim papan atas, namun Barito Putera dianggap memiliki tradisi sepak bola yang bagus. Terutama bila bermain kandang. "Tidak banyak tim yang bisa curi poin di Banjarmasin. Kami tidak boleh lengah dan bersantai," ujar Iwan.


Meski berwaspada, Iwan menganggap permainan timnya nanti tidak perlu cenderung bertahan. Sebab, kans untuk mencuri tiga poin masih terbuka lebar. Lini pertahanan Barito Putera dianggap tak terlalu superior untuk ditembus. "Barito Putera kebobolan 34 kali. Tidak lebih baik ketimbang Borneo yang hanya 24. Ada celah untuk memanfaatkan kelemahan mereka," jelas Iwan.


Mengisyaratkan tampil menyerang, Iwan bisa memasang seluruh pemain bernaluri menyerang terbaiknya. Shane Smeltz dan Lerby Eliandry berpeluang kembali diduetkan seperti kontra Persiba Balikpapan (25/9). "Alhamdulillah Terens Puhiri juga sudah gabung tim setelah sakit. Hanya Sultan Samma yang absen karena akumulasi kartu," kata Iwan.


Musim ini, Laskar Antasari salah satu tim paling keji bila bermain di kandang. Setiap tim tamu nyaris tewas. Hanya ada dua tim yang berhasil mencuri tiga poin dari 12 laga yakni Arema FC dan PS TNI. Sementara Madura United dan Persipura Jayapura hanya mampu meraih seri.


Angkernya Stadion 17 Mei bakal jadi perhatian Iwan. Namun bagi eks juru taktik Persebaya Surabaya itu, menjaga ketenangan pemain lebih utama. "Kalau mental saya tidak perlu ragukan. Hanya mungkin stamina pemain yang cukup terganggu karena recovery yang minim," imbuhnya. (ABI)