Perjuang Borneo FC mencari posisi terbaik di papan klasemen coba dilakukan sore ini (1/10). Menantang Barito Putera di Stadion 17 Mei, tim beralias Pesut Etam membidik minimal hasil seri.


Capaian satu poin sudah dianggap baik bagi Borneo FC mengingat calon lawan dalam tren positif. Berhasil menumbangkan Semen Padang di laga terakhir menjadi momok menakutkan Barito Putera.


"Persiapan kami cukup maksimal dengan berangkat lebih awal ke Banjarmasin. Kami sudah lakukan observasi dan siap curi poin di kandang Barito Putera," ujar Ahmad Amiruddin selaku asisten pelatih Borneo FC.


Hanya berselisih dua poin di tabel klasemen, Borneo FC berada satu strip di bawah tuan rumah. Bisa mencuri tiga poin sangat bagus untuk menggeser Barito Putera di peringkat delapan.


"Tetap dari kami realistis curi satu poin. Minimal tidak kalah saja sudah bagus," imbuh Amir, sapaannya.


Sementara dari kubu tuan rumah, pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago tidak menyimpan dendam pada calon Borneo FC. Kekalahan 1-2 di putaran pertama hanya jadi pemantik untuk mendapat hasil maksimal sore ini.


"Derby Papadaan seperti laga persahabatan. Sebagai pelatih saya mau semua pemain fokus. Setiap lawan berkostum oranye harus diwaspadai," ucapnya.


Laga kali ini jadi kesempatan Barito Putera memperbaiki rekor pertemuan kedua tim. Bertemu tiga kali, Borneo FC lebih dominan menorehkan dua kemenangan. Sisanya menjadi milik Laskar Antasari.


Menjamu Pesut Etam, Jacksen dalam situasi pelik. Lima pemainnya harus absen karena cedera. Mereka ialah Valentino Telaubun, Jecky Arisandi, Syahroni, Seftia Hadi, dan Amirul Mukminin.


"Strategi tidak akan banyak berubah. Hanya pemain starter saja ada perubahan. Semoga mental anak-anak bisa unggul," imbuhnya. (ABI/KOK)