Berhasil mencetak gol kontra Barito Putera, bek Kunihiro Yamashita makin betah berjuang bersama Borneo FC. Bahkan dirinya berharap bisa terus berseragam Pesut Etam hingga beberapa musim ke depan.


Karier Yamashita di sepak bola Tanah Air bermula saat membela Pesut Etam berlaga di Piala Presiden 2017. Ya, Borneo FC merupakan klub profesional pertama asal Indonesia yang dia bela. Meski berstatus anyar, dia mampu mengantarkan tim hingga ke final. Namun kalah dari Arema FC di partai pamungkas hingga memupus gelar juara.


"Saya senang bisa berbagi banyak hal dengan Borneo FC. Di sini (Indonesia) tempat yang bagus dan ramah," ujar Yama, sapaannya.


Sementara di kompetisi, Yama menjadi pemain paling sering tampil dengan 2.160 menit. Meski berposisi bek, dia mampu mencetak dua gol sejauh ini.


Selain produktif mencetak gol, Yama berevolusi menjadi pemain ramah. Sempat memiliki gaya bermain keras di awal-awal musim, rentetan tiga kartu kuning langsung didapat.


Namun setelah absen sekali karena akumlasi kartu, hingga kini dia belum pernah mendapat kartu. Atas dasar kematangan bermainnya, dia dipercaya sebagai kapten tim menggantikan Ponaryo Astaman yang masih menjalani kursus kepelatihan.


Mendapat amanah sebagai kapten, Yama mengaku bangga dan selalu percaya diri di lapangan. Baginya, hal paling sulit memimpin rekan-rekannya di lapangan saat terjadi insiden kecil. "Tugas saya menjaga teman-teman agar tidak emosional di lapangan. Berkomunikasi dengan bijak dengan wasit," imbuhnya.


Berstatus legiun asing, Yama terus belajar bahasa lokal. Hal itu dilakukannya karena makin betah di Indonesia, khususnya Samarinda.


Menghadapi PSM Makassar di laga selanjutnya, Yama ingin timnya kembali menang. Takluk dari Barito Putera di pertandingan terakhir cukup menyakitkan. Apalagi satu gol ke gawang lawan diciptakan olehnya.


"Kami harus bangkit dan lupakan kekalahan. Sekarang fokus evaluasi dan menang," pungkasnya. (ABI/KOK)