Tanpa kehadiran Iwan Setiawan di bench, membuat Ahmad Amiruddin mengemban tugas memotivasi pemain Borneo FC dari sisi lapangan. Laga terakhir kontra Barito Putera dua hari lalu menjadi yang ketiga musim ini dirinya menggantikan peran pelatih kepala.


Pria yang akrab disapa Amir itu sebenarnya punya rekor bagus saat menggantikan Dragan Djukanovic. Sanksi dua laga yakni kontra Persib Bandung dan Bhayangkara FC di putaran pertama, mampu menorehkan empat poin.


Sayang, kepemimpinan Amir berbuah kekalahan untuk pertama kalinya. Menantang Barito Putera, timnya harus pulang dengan tangan hampa.


"Memang lawan Barito Putera laga yang berat. Semua sudah bekerja keras tapi memang belum dapat rezeki di Banjarmasin," ucap Amir.


Harus menggantikan posisi Iwan, Amir memangku beban yang tidak ringan. Bahkan beban mental yang ditanggungnya sangat besar. Hasil akhir sangat berpengaruh terhadap kinerjanya.


"Sebenarnya saya tetap berkomunikasi dengan coach Iwan. Saya hanya membantu mengontrol pemain di lapangan. Kalau strategi dan formasi pemain semua diatur pelatih kepala," jelas Amir.


Kini Amir menyisakan satu laga lagi untuk memimpin Borneo FC, yakni menjamu PSM Makassar, Ahad (8/10). Harus melawan klub asal daerahnya, eks pemain Mitra Kukar itu memiliki pertaruhan untuk memenangkan laga.


"PSM lawan yang juga kuat. Tapi kami akan maksimalkan semua potensi yang ada. Apalagi main di kandang lagi harusnya lebih mudah," ucap Amir.


Kemenangan memang menjadi ambisi serta target utama tim. Apalagi kekalahan satu gol tanpa balas di putaran pertama memantik semangat revans.


"Urusan balas dendam saya rasa tidak. Hanya kami ingin main maksimal dan dapat hasil bagus," pungkasnya. (ABI/KOK)