Entah strategi apa yang akan dipakai Luis Milla, dari 20 pemain yang dipilih hanya ada satu striker yang dipanggil. Lerby Eliandry jadi sosok striker seorang diri di lini depan menantang Kamboja.


Sebenarnya ada nama lain yang bernaluri menyerang yang ikut dipanggil yakni Irfan Bachdim. Namun pemain Bali United itu condong menyisir sisi pertahanan lawan dengan menjemput bola di tengah. Walhasil, hanya Lerby yang benar-benar berposisi striker setelah Boaz Solossa tidak diikutsertakan.


Menjadi satu-satunya striker yang dipanggil, Lerby memiliki kans besar untuk tampil sejak menit awal. Apalagi Luis Milla kerap menggunakan formasi 4-2-3-1. Berpeluang tampil starter, Lerby mengaku siap mengerahkan seluruh tenaga. Namun dirinya belum tahu apakah benar-benar main dari menit awal atau tidak.


"Saya sebagai pemain jalani latihan saja maksimal. Mengikuti semua arahan sesuai strategi yang dipakai. Tapi kalau main starter atau tidak itu urusan tim pelatih," ujar Lerby.


Sedikit kendala yang dialami Lerby hanya jatah recovery yang singkat. Pasalnya, sebelum melakoni duel kontra Kamboja nanti malam, dirinya bersama Borneo FC lebih dulu harus menantang Barito Putera (1/10).


Namun perkara stamina disebutkan Lerby tidak menjadi kendala serius. Baginya, sudah biasa menjalani jadwal bertanding yang padat seperti di liga. "Terpenting jaga pola makan serta waktu istirahat yang cukup. Selebihnya siap untuk bertanding," imbuhnya.


Menjamu Kamboja, Lerby tidak ada ambisi khusus. Bahkan untuk urusan mencetak gol, ego pribadi dia kesampingkan. "Saya hanya mau bawa Timnas Indonesia menang. Bisa cetak gol atau tidak itu urusan belakang. Siapa pun yang main juga harus didukung," pungkasnya. (ABI/KOK)