Sejak kendali tim dipegang pelatih Iwan Setiawan, rotasi pemain Borneo FC Samarinda kerap berjalan baik.


Bahkan Febri Setiadi Hamzah yang tidak pernah tampil di putaran pertama, mendapat jam bermain. Kini sisa satu nama yang belum mendapat kesempatan yakni Arthur Irawan.


Kedatangan Arthur di pertengahan musim belum dimanfaatkan secara maksimal. Bukan karena performanya jelek. Namun memang belum satu kali pun dipercaya bermain.‎


Padahal, Arthur memiliki segudang pengalaman. Meniti karier sejak usia delapan tahun, dia sempat menarik perhatian akademi Manchester United. Namun karier profesionalnya dimulai bersama Espanyol B dan Malaga B.


Tim pelatih sebenarnya mengagumi sosok Arthur. Namun saat diproyeksikan menjadi bek sayap, rupanya sang pemain condong bermain di lini tengah. Karena itu kesempatan bermain sulit meski beberapa kali masuk line up cadangan.


"Persaingan di lini tengah sangat berat. Ada Flavio Beck Junior, Asri Akbar, dan Sultan Samma. Pilihan yang sulit untuk dirotasi," kata Ahmad Amiruddin, asisten pelatih Borneo FC.


Semula, Arthur didatangkan untuk menambal bek sayap. Diego Michiels yang sempat terkena sanksi harus absen lama. Sayang, hingga Diego kembali bermain, Arthur urung tampil.


Amiruddin menambahkan, kebijakan menampilkan pemain murni kebijakan pelatih kepala. Meski menganggap kemampuan Arthur berkualitas, namun diakui sulit untuk memberikan kesempatan utama.


"Sebenarnya Arthur selalu kami bawa saat main tandang. Mungkin tinggal menungu waktu yang tepat saja untuk tampil. Karena saat latihan juga bagus," papar Amir, sapaannya.


Arthur sendiri awalnya bertekad untuk lebih banyak mendapat jam bermain. "Saya ingin berikan prestasi untuk Borneo FC. Soal ditampilkan atau tidak itu hak pelatih. Tapi selalu siap jika dipercaya," kata Arthur beberapa waktu lalu.


Banyak yang penasaran dengan permainan Arthur. Mengingat pengalamannya yang pernah mencicipi sepak bola luar negeri, teramat sayang bila hanya menghias bangku cadangan. (ABI/KOK)