Sukses meraih kemenangan 4-3 atas Thailand U-19 membuat pelatih Ricky Nelson memuji semangat luar biasa anak asuhannya.


Diungkapkannya, kesempatan langka beruji coba dengan Thailand U-19 membuat seluruh pemain bergairah untuk menang.


"Melawan Thailand tidak semua pemain bisa. Mereka lebih dulu harus masuk timnas Indonesia. Jadi ini momen di mana semua pemain berambisi untuk memberikan kemampuan terbaik," jelas Ricky.


Menghadapi Thailand U-19, Ricky mengaku menyerap banyak ilmu. Terutama dari cara bermain lawan yang memiliki individu-individu bertalenta.


"Thailand U-19 punya akurasi umpan dan teknik yang bagus. Tapi, mereka lemah dalam serangan balik. Itu yang saya baca dan coba manfaatkan. Memberikan eksperimen bagaimana strategi yang tepat untuk memberikan kemenangan," ujar Ricky.


Sebagai pelatih, Ricky tidak berharap, anak asuhannya kelewat jemawa. Meski sukses membawa harum nama Kaltim dan Indonesia, hasil akhir kontra Thailand U-19 cukup jadi pengalaman berharga.


"Tetap membumi. Hasil ini hanya di awan-awan karena berstatus uji coba. Media akan melihat Borneo FC U-19 tim yang super karena menang lawan Thailand U-19. Namun, fokus utama kembali pada tujuan awal yaitu menjuarai Liga U-19 dan mempromosikan pemain muda ke tim senior," jelas Ricky.


Senada dengan Ricky, bek sekaligus kapten Pesut Junior Habibi memilih mengucap beribu syukur. Kemenangan yang didapat tim dipersembahkan untuk warga Samarinda dan keluarga yang selalu mendukung tim.



"Alhamdulillah kami bisa menang. Pertandingan yang tidak mudah karena di awal sempat tertinggal. Hasil ini tetap jadi bahan evaluasi dan modal bagus untuk babak delapan besar Liga U-19," kata Habibi.


Ya, Pesut Junior langsung bersiap melakoni babak delapan besar di Bali pertengahan Oktober ini. Selain kontra tuan rumah Bali United U-19, mereka tergabung dengan Bhayangkara FC U-19 dan Persela Lamongan U-19. (RIB/KOK)