Mampu menahan imbang Madura United memperbaiki rekor tandang Pesut Etam musim ini. Laga semalam menjadi hasil seri keempat dari 15 pertandingan. Sebelas sisanya berujung kekalahan dan hanya sekali menorehkan kemenangan.


Asisten pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin mengaku sangat puas dengan kinerja seluruh pemain. Hasil seri seperti yang dikatakannya sebelum pertandingan benar-benar realistis dan tercapai.


"Alhamdulillah. Pertama saya mau apresiasi kerja keras seluruh pemain yang tidak mudah menyerah. Kami sempat tertinggal dan akhirnya bisa imbang," ucap Amir, sapaannya.


Sebenarnya menurut Amir, serangan Pesut Etam di babak kedua lebih beringas. Ada tujuh peluang yang berhasil dicatatkan, tiga di antaranya mengarah ke gawang dan berujung gol. "Sebenarnya kalau bisa sedikit lebih tenang, bisa tercipta lebih dari satu gol. Tapi sekali lagi hasil seri sudah sangat kami syukuri," imbuhnya.


Memetik poin di kandang Madura United jelas bukan perkara mudah. Amir sedari awal sudah memperhitungkan bagaimana sulitnya laga ditambah dua pemain inti yang harus absen yakni Asri Akbar dan Matheus Lopes.


Kekhawatiran Amir rupanya mampu terlewati dengan baik. Firdaus Ramadhan yang sebelumnya minim kesempatan diplot sebagai gelandang bertahan. Meski posisi asli sebagai bek, dia cukup spartan bertandem dengan Flavio Beck Junior di lini tengah.


Sementara pengganti Matheus ada sosok Leonard Tupamahu yang diduetkan dengan Kunihiro Yamashita. Sebelumnya, Leonard lebih banyak diplot sebagai bek kanan saat Matheus bermain.


Kejelian tim pelatih menerapkan strategi khusus tersebut terbukti ampuh. Aliran bola lawan di tengah lapangan kerap putus. Sulit bagi Madura United menembus pertahanan Borneo FC yang sangat rapat. "Kami bikin gelandang terutama Flavio bermain lebih fleksibel. Kalau Firdaus lebih banyak bertahan," jelas Amir. (RIB/KOK)