Masih dalam suasana duka, Borneo FC Samarinda harus menjamu Persela Lamongan di Stadion Segiri, nanti malam. Laga penuh emosional bakal tersaji dalam bayang-bayang meninggalnya Khoirul Huda yang belum genap sepekan.


Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan melihat laga kontra Persela memiliki dua sisi. Pertama, timnya mengincar kemenangan untuk mengejar ketertinggalan poin di beberapa pertandingan sebelumnya. Dan di sisi lain, timnya harus respek dengan kondisi lawan yang baru ditinggal Huda untuk selamanya.


"Kemenangan sangat penting bagi kami untuk melakoni laga berikutnya. Tapi kami harus sisihkan rasa bela sungkawa untuk berperang melawan Persela," sebut Iwan.


Bagi Iwan yang pernah menukangi Persela, sosok Huda merupakan roh penting bagi lawan. Bahkan saat dia menjadi bagian dari tim Laskar Joko Tingkir, sang pemain pernah ditawari kontrak dengan nilai dua kali lipat dari yang diberikan klubnya.


"Tapi Huda lebih memilih setia pada Persela. Saya sangat kagum dan kehilangan sosok panutan seperti dia," kenang Iwan.


Meski menyanjung sosok Huda, Iwan harus bersikap profesional menantang mantan timnya. Baginya, Persela memiliki kekuatan yang tak bisa dianggap remeh. Terutama dalam kesederhanaan yang menjadi ciri khas.


Selain itu, sosok penting di balik kewaspadaan terhadap Persela ialah Aji Santoso selaku juru taktik. Menurutnya, saat mulai menukangi Laskar Joko Tingkir, Persela memiliki progres yang signifikan.


"Aji sosok yang selalu mengikuti info terbaru. Jadi kami tidak bisa anggap remeh," pungkasnya. (RIB/KOK)