Duel Borneo FC Samarinda menjamu Persela Lamongan yang notabene menjadi klub naungan Choirul Huda semasa hidup bakal dibalut spesial. Kelompok suporter Pusamania dan LA Mania sepakat memberi persembahan khusus nanti malam untuk almarhum yang meninggal di pekan ke-29.


Sebagai tanda berkabung, Pusamania dan LA Mania sepakan mengenakan pita hitam di lengan. Imbauan untuk penonton lain melakukan hal tersebut mulai dilakukan jauh hari.


"Pita hitam sebagai simbol dari kami suporter menghargai dan mengenang jasa Huda. Ide ini dari LA Mania dan kami sangat apresiasi," ujar Hendrik, Dirigen Pusamania.


Sosok Huda yang hanya membela satu klub sepanjang kariernya menuai banyak pujian. Bahkan di akhir hayat, dia meninggal saat membela Persela. Atas dasar itu, tidak sedikit yang tergugah memberikan banyak apresiasi. Bahkan dari pesepak bola luar negeri.


Selain mengenakan pita hitam, LA Mania dan Pusamania menyiapkan baliho yang menggambarkan sosok Huda. Persembahan itu akan dibawa keliling dalam stadion.


"Perwakilan Pusamania dan LA Mania yang akan mengarak keliling baliho. Kami sudah izin dengan pihak panitia," jelas Hendrik.


Disebutkan Hendrik, sekira 400 LA Mania bakal ngeluruk ke Stadion Segiri. Beberapa hari sebelum pertandingan, pentolan suporter tamu menyambangi Pusamania untuk meminta izin mendukung Persela.


"Kami dari Pusamania selalu sambut baik suporter tamu. Siapa saja boleh datang ke Segiri dengan syarat bersikap sopan. Karena rivalitas hanya 90 menit. Di luar itu semua kawan," imbuhnya.


Tidak hanya persembahan dari suporter, operator liga turut meminta seluruh klub di pekan ke-30 untuk melakukan penghormatan terakhir untuk Huda. Sebelum bertanding, seluruh pemain mengenakan jersey kuning dengan bertuliskan Choirul Huda dengan nomor punggung 1.


Sesaat sebelum kick off setelah sesi foto dan melakukan koin tos, kedua tim berkumpul di lingkaran tengah lapangan. Selama satu menit mengheningkan cipta untuk menghormati jasa Huda yang juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia.


Sementara itu, Manajer Borneo FC Farid Abubakar menuturkan, laga kontra Persela dijadikan ajang penghormatan kepada almarhum Choirul Huda. Meski mengincar tiga poin, apa pun hasil pertandingan semua pemain diingatkan untuk tetap respek.


"Kalau ada gol kami minta untuk tidak selebrasi berlebihan. Tujuannya untuk menghormati Persela yang menjadi tim almarhum Huda," sebut Farid. (RIB/KOK)