Kejadian lucu sempat terjadi di menit ke-74 saat wasit Annas Aprilandi yang memimpin jalannya laga Borneo FC melawan Persela Lamongan ingin memberikan kartu kuning pada Abdul Rachman, ia justru nyaris terjatuh karena tersandung.


Tak lama, dia mengisyaratkan betisnya keram dengan menunjuk betis kiri. Tim medis dari Persela langsung respek memberikan pertolongan agar wasit bisa kembali memimpin laga.


Selain itu, kalah dari Borneo FC, pelatih Persela Aji Santoso mengakui keunggulan tuan rumah. Baginya, kalah menang dalam sepak bola hal yang wajar. Namun dia menyayangkan keputusan wasit Annas Aprilandi asal Bandung yang tak tegas dalam memimpin pertandingan.


"Saya sedih dan prihatin dengan kepemimpinan wasit. Pemain saya tulangnya patah karena benturan keras dari pemain lawan. Kejadian itu miris sekali hanya diberi kartu kuning. Padahal pertandingan berjalan seru dan saya akui Borneo FC menang, kalah menang di sepakbola itu biasa," ucap Aji.


Pemain yang Aji maksudkan adalah Sandi Septian. Flavio yang berniat menghadang bola dengan melompat mengangkat betis terlalu tinggi. Sulit terkontrol, kakinya mengenai tepat badan dari pemain penggawa Persela. Kejadian yang tepat berada di depan wasit itu hanya dihadiahi kartu kuning.


Meski demikian, secara menyelurul terkait jalannya laga, Aji menyayangkan gol tuan rumah yang terjadi di babak pertama tercipta buah dari keteledoran pemain belakangnya. "Kalau kami bisa imbang saja di babak pertama. Hasil di babak kedua kemungkinan besar bisa lain cerita," kata Aji. (RIB/KOK)