Kemenangan besar Borneo FC Samarinda atas Mitra Kukar awal pekan lalu bukan hanya bikin susah move on karena display impresif pasukan Iwan Setiawan. Selain kiper Muhammad Ridho melewati rekor penyelamatan terbanyak musim ini, winger Terens Puhiri mencuri sorotan dunia karena kecepatannya.


Pada menit 69 di Aji Imbut, Senin (23/10) lalu, tuan rumah mengurung pertahanan Borneo, berusaha keras mengejar defisit dua gol yang dicetak Lerby Eliandry pada babak pertama. Di belakang menyisakan kiper Geri Mandagi sementara Herwin Tri Saputra berjaga dari tengah lapangan.


Bola dikuasai wingback Syaiful Ramadhan yang kemudian memutuskan menembakkan si kulit bundar dari luar kotak penalti. Celakanya, bek Borneo, Leonard Tupamahu, sigap mengantisipasi. Tembakan diblok dan memantulkan bola ke lapangan Mitra Kukar.


Terens di posisi serangan balik, dengan kecepatan fantastisnya mengejar bola yang terus menggelinding ke area yang tak terjaga itu. Herwin coba mengejar, namun lawannya terlalu cepat. Tekelnya berhasil dilewati pemain 21 tahun tersebut meski sempat terjadi kontak fisik.


Mandagi mau tak mau keluar dari sarangnya dan mencoba menerjang Terens di luar kotak penalti. Namun, lagi-lagi pemain asal Papua tersebut mampu menghindar dan berhadapan gawang tak terkawal dengan bola dalam kendalinya. Gol ketiga Borneo bersarang tepat pada menit 70.


Momen magis itu terus jadi perbincangan hingga kini. Bahkan mendapat sorotan dunia sampai menjadi viral sejak kemarin. Media olahraga besar Spanyol, AS, salah satu yang mengabarkan kecepatan impresif pemain bernomor punggung 28 tersebut.


“Ini kah pesepak bola tercepat di dunia? What. A. Run. (Kami bersumpah tak mempercepat rekaman ini!)," tulis AS di lamannya yang mengunggah rekaman gol Terens.


"Karena kurangnya teknologi di Sepakbola Indonesia, kita mungkin tidak akan tahu pastinya seberapa cepat Puhiri berlari dalam proses mencetak gol ketiga Borneo FC malam itu, tapi bukti video memperlihatkan dia mungkin saja telah mengalahkan pemain tercepat dalam liga Inggris, Leroy Sane," tulis Daily Mail.


Selain Spanyol dan Inggris, cuplikan tersebut diulas media Brasil hingga akun-akun Twitter sepak bola dunia dengan puluhan ribu pengikut dan mendapat re-tweet ribuan kali hingga semalam.


Namun, pantaskah Terens mendapat predikat sebagai pesepak bola tercepat di dunia? Dia berada di lapangan Borneo saat bola dari Syaiful memantul pada menit 69:52. Saat waktu menunjukkan angka 70:02, gol bersarang di gawang Naga Mekes. Sepuluh detik!


Di dunia virtual, kecepatan pesepak bola diketahui berdasar angka kecepatannya di games FIFA atau PES. Namun di dunia nyata, perlu penelitian untuk menentukan kecepatan seorang pemain. Yang saat ini diketahui adalah hasil studi dari klub Meksiko, CF Pachuca.


Riset tersebut memunculkan striker Real Madrid Gareth Bale sebagai pemain tercepat dengan kecepatan 36,9 kilometer per jam. Angka itu muncul dari aksinya saat menghadapi Inter Milan di San Siro dalam ajang Liga Champions pada 2010, atau ketika melewati Marc Bartra saat menghadapi Barcelona pada final Copa Del Rey 2014.


Winger Manchester United Antonio Valencia (35,1 kilometer per jam) dan striker Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang (34,6 kilometer per jam) adalah nama besar lain di jajaran lima besar hasil studi itu.


Sedangkan yang baru-baru ini dirilis adalah keberhasilan winger Manchester City Leroy Sane menjadi pemain tercepat Premier League. Dai memiliki kecepatan 35,48 kilometer per jam, seperti diperagakannya saat menang 1-0 atas Chelsea beberapa waktu lalu. Eks pemain Schalke tersebut mengalahkan rekor sebelumnya milik striker Leicester City, Jamie Vardy pada 2015 yang mencatatkan speed 35,44 kilometer per jam.


Perlu riset serupa untuk menyebut Terens pesepak bola tercepat di bumi. Namun, tak diragukan lagi di usianya yang masih begitu muda, dia sudah mendapat tempat utama di tubuh Pesut Etam. Tampil 28 kali dari 30 pertandingan Borneo musim ini, Terens memulainya seluruhnya sejak menit awal. Kontribusinya tergambar lewat enam gol dan sembilan assist sejauh ini. (RIB/KOK)