Memasuki hari kedua training centre di Kota Batu Malang, skuad Pusamania Borneo FC (PBFC) kembali dihadapkan dengan dinginnya cuaca di kota agrowisata dengan latihan pada malam hari. Jika pada TC hari pertama hanya bersuhu 25-20 derajat, pada Rabu malam ini, suhu dingin mencapai 16 derajat..


Layaknya pemain-pemain di Eropa, dinginnya cuaca di Kota Batu memaksa sebagian pemain turun ke lapangan menggunakan sarung tangan dan baselayer. Bahkan, sang kapten, Danilo Fernando, memakai lapisan jaket saat latihan.


"Pemain harus dituntut beradaptasi dengan iklim sepert ini, karena sewaktu-waktu mereka akan dihadapkan dengan cuaca seperti ini saat kompetisi," ungkap arsitek PBFC, Iwan Setiawan.


Latihan malam ini sengaja diprogramkan coach Iwan Setiawan untuk menguji daya tahan pemain. "Kondisi di Batu dengan tingkat oksigen yang tipis baik untuk menguji daya tahan. Dan program latihan malam hari ini agak berat," tutur Iwan


Latihan di hari kedua ini juga sedikit banyak agar pemain merasakan suasana baru. Hal itu diungkapkan Dandri Dauri, asisten manajer PBFC. "Ini juga bagus untuk suasana hati pemain, artinya dengan suasana baru yang diberikan manajemen saat ini, mereka harus menyadari bahwa kami berkomitmen menjaga mood pemain, dan kami minta kepada pemain agar tetap menjaga keharmonisan ini didalam maupun diluar lapangan," tutupnya. (Zezen)