Borneo FC meraih tiga poin di laga perdana menjamu Sriwijaya FC (25/3) sudah tak bisa ditawar. Kemenangan jadi harga mati meski dibayangi kekalahan beruntun di tiga pertemuan terakhir.


Musim lalu, Borneo FC dipaksa menyerah 0-1 saat bertandang ke markas Sriwijaya FC. Hasil serupa terjadi lagi saat giliran Pesut Etam menjamu Laskar Wong Kito di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018.


"Ini momen yang pas untuk meraih kemenangan. Start yang bagus bagi kami di awal musim jika dapat tiga poin," kata pelatih Borneo FC Iwan Setiawan.


Sebenarnya, Iwan punya kans menang lawan Sriwijaya FC di PGK lalu. Sayang, kemenangan yang sudah di depan buyar lewat gol Makan Konate di penghujung babak kedua, menyamakan skor menjadi 3-3. Nasib tragis dialami Borneo FC lantaran kalah 4-5 lewat drama adu penalti.


Ketidakberuntungan di PGK membuat Iwan makin bernafsu melumat Sriwijaya FC. Membalas segala kesialan di musim lalu. Sekaligus mengamankan modal di awal kompetisi.


"Setiap main di kandang, tentu kemenangan harga mati. Kami tidak ingin mengecewakan seluruh pihak yang mendukung tim," imbuhnya.


Pertaruhannya sebagai pelatih kepala memang bakal teruji kontra Sriwijaya FC. Pasalnya, banyak desakan dari kalangan pendukung Pesut Etam agar Iwan bisa membuktikan kapasitasnya. Memberikan kemenangan demi bersaing di papan atas klasemen.


"Kami mohon doa agar target musim ini bisa tercapai. Semoga lawan Sriwijaya FC anak-anak bisa main bagus dan memenangkan pertandingan," pungkasnya.

(NET)