Meskipun masih pekan ke-2 Gojek Liga 1 2018, pecapaian barisan belakang Borneo FC cukup mengundang banyak tanggapan positif dari berbagai pihak. Kehadiran pemain naturalisasi Mohammadou Al Hadji seakan menjadi pelengkap puzzle dari kapten Kirgystan Azamat Baimatov.


Ketangguhan lini belakang klub kebanggan masyarakat Samarinda ini berimbas dari masih belum kebobolannya gawang Muhammad Ridho. Catatan ini menyamai apa yang dicapai Wawan Hendraan di Bali United dan Rivky Mokodompit di PSM Makassar sampai pekan kedua ini.


Menanggapi hal ini, Ridho cukup bersyukur dan menyebut ini kerja keras semua tim. "Ya syukur Alhamdulilah dengan pencapaian ini. Tapi semuanya ini juga kerja keras dari pemain depan, tengah dan belakang. Satu lagi yang penting adalah tim mendapat hasil maksimal," tutur Ridho.


Kiper asal Pekalongan ini juga menyebut meskipun tim sudah bermain baik, namun ia dan semua pemain harus tetap melakukan evaluasi terutam pada dirinya sendiri. "Tetap ada evaluasi dari pelatih kiper, terutama saya diminta tidak boleh tinggi hati. Perjalanan masih panjang dan semua klub mempunyai perbedaan gaya permainan," lanjutnya.


Ridho pun mengaku akan semakin kerja keras dalam latihan dan pertandingan, agar Borneo FC bisa terus meraih hasil bahus di setiap pertandingan.
"Saya berharap semoga saya dan teman-teman semakin meningkat secara permainan, serta terus bisa membawa kebahagiaan bagi Pusamania dan masyarakat Samarinda," tutup Ridho. (NET/KOK)