Tingginya biaya yang dikeluarkan panitia pelaksana (panpel) pertandingan Borneo FC di kandang, akhirnya membuat kebijakan menaikkan harga tiket harus diambil. Sebab berkaca dari pertandingan pertama melawan Sriwijaya FC, panpel mengalami defisit.


Chief Marketing Borneo FC, Novi Umar mengatakan jika kenaikan harga tiket ini tidak terlalu signifikan. "Untuk kelas ekonomi yang sebelumnya dijual diharga Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu, sedangkan di tribun VIP kami menjual dengan harga Rp 80 ribu. Saya pikir kenaikan ini tidak terlalu besar dibandikan tim-tim lain di Indonesia. Kamu sudah mengadakan pertemuan dengan panpel, serta manajemen saat membahas soal kenaikan harga tiket," terang Novi.


Dijelaskan Novi, ada beberapa nilai harga sempat dibahas untuk mejual tiket dengan harga baru ini. Namun akhirnya disepakati untuk menaikan Rp 5 ribu di kelas ekonomi dan Rp 20 ribu untuk kelas VIP. Novi meyakini jika harga tersebut masih sangat terjangkau untuk masyarakat Samarinda.


"Harga tersebut masih sangat rasional dan saya yakin masyarakat masih bisa membeli tiket. Kami sebenernya tak mau memberitahukan ke masyarakat mengapa tiket kami naikan tetapi kamu harus buka semuanya. Alasannya ya itu tadi, cost yang kami keluarkan tidak bisa ditutupi dengan harga tiket sebelumnya," lanjutnya.


"Kami juga sadar ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak bagus. Makanya harga yang kami jual pun tidak terlalu besar," pungkas Novi. (SAN/KOK)