Panitia pertandingan Borneo FC terus berusaha memanjakan penonton. Caranya, dengan kembali menurunkan harga tiket masuk pada pertandingan saat Borneo FC bertemu Madura United, besok malam. Hal ini dilakukan agar jumlah kehadiran warga di Samarinda semakin bertambah, untuk memberikan dukungan kepada pasukan Pesut Etam.


Novi Umar, Chief Marketing Borneo FC mengatakan bahwa diturunkannya harga tiket hanya berlaku untuk tribun Very Important Person atau VIP. “Untuk pertandingan melawan Madura United, kita bakal keluarkan tiket ekonomi dengan harga 30 ribu dan VIP seharga 60 ribu," terang Novi.


Sebelumnya saat bertemu Arema FC, panitia membandrol tiket VIP dengan harga Rp 80 ribu. Di pertandingan lawan Arema FC tersebut, jumlah penonton yang hadir bisa dikatakan cukup banyak, yakni lebih dari 10 ribu penonton. Diharapkan pada pertandingan besok malam, jumlah penonton bisa lebih dari jumlah tersebut.


"Untuk pintu kita buka tiga jam sebelum pertandingan dan diharapkan masyarakat bisa datang lebih cepat. Hal ini untuk mengurangi penumpukan penonton jelang kick off. Jadi apa yang kami lakukan, semuanya demi kenyamanan penonton juga," kata Novi lagi.


Disinggung mengenai loket penjualan tiket, Novi menegaskan pihaknya bakal membuka penjualan di Borneo Store hari ini. "Kita buka penjualan tiket di Borneo Store mulai jam 10 pagi sampai jam 10 malam, jadi masyarakat Samarinda maupun Pusamania bisa membeli terlebih dahulu disana, agar mereka tidak butuh waktu lama untuk mengantri panjang saat hari pertandingan dan lebih tenang karena mereka sudah mendapatkan tiket," lanjutnya


Selain itu, Novi juga berpesan kepada penonton untuk tidak membawa benda-benda yang membahayakan. Sebab di semua pintu masuk, akan dilakukan pemeriksaan kepada penonton. Larangan menyalakan flare atau kembang api, dikatakan Novi sudah menjadi aturan yang harus ditaati semua penonton.


“Kalau ada pelanggaran seperti menyalakan flare dan kembang api, yang dapat imbasnya nanti adalah tim dan manajemen. Karena sanksi dari Komdis PSSI pasti akan turun,” pungkasnya. (NET/KOK)