Bagi para pemain asing yang baru pertama kali merasakan sepak bola Indonesia, hal paling dikeluhkan pertama kali adalah panjangnya perjalanan. Ya, luasnya kepulauan Indonesia memaksa satu tim harus menempuh perjalanan sangat panjang untuk sampai ke daerah lain.


Dan hal itu pula dirasakan para pemain Borneo FC, saat menjalani laga away ke kandang Persipura Jayapura, Jumat (4/5) besok. Sejak berangkat dari Kota Tepian menuju Bumi Cendrawasih, total waktu tempuh yang harus dilalui anak-anak Pesut Etam adalah 18 jam.


Leonard Tupamahu dkk berangkat dari Samarinda Rabu Selasa (2/5) sore pukul 16.00 WITA, dan baru tiba di Jayapura Rabu (3/5) pukul 06.00 WIT atau pukul 09.00 WITA. "Perjalanan cukup berat sekali ini. Ini kalau dihitung waktu, kita sudah sampai Eropa. Tapi inilah sepak bola Indonesia dan saya sudah lama ada di sini. Perjalanan panjang dan melelahkan menjadi salah satu tantangannya," kata Dejan Antonic, arsitek Borneo FC.


Meski mengelami kelelahan, namun Dejan tak mau para pemainnya tak melakukan aktivitas sama sekali setelah tiba di Jayapura. Sebab sore kemarin, Dejan langsung memberikan program latihan ringan. Tujuannya agar otot pemain tak kaku setelah lama di perjalanan.


“Saya ajak anak-anak latihan ringan di lapangan futsal di belakang hotel kita menginap. Badan anak-anak harus bergerak dan mengeluarkan keringat, karena terlalu lama duduk dalam perjalanan," sebutnya.


Mengenai pertandingan sendiri, Dejan mengatakan dirinya membawa target untuk dibawa pulang ke Samarinda. Perjalanan panjang yang melelahkan, disebut Dejan tak boleh jadi alasan pemain tak tampil maksimal. Bahkan kelelahan tersebut, setidaknya ditebus dengan permainan bagus dan membawa pulang angka ke Samarinda.


“Kita di sini (Jayapura) tidak datang untuk mengalah. Kita kejar poin di pertandingan mendatang. Kita tahu Persipura tim kuat, terlebih saat main di kandang sendiri. Namun tak ada tim yang tak bisa dikalahkan di musim kompetisi saat ini,” pungkasnya. (UPI/KOK)