Pusamania Borneo FC (PBFC) melakoni ujicoba perdana dalam masa Training Centre di Kota Batu. Adalah Persikoba, kontestan Divisi I Liga Indonesia yang menguji kekuatan skuad asuhan Iwan Setiawan dalam laga yang dimainkan di Stadion Gelora Brantas, Senin (7/7) malam.


Tidak seperti layaknya pertandingan sepakbola pada umumnya, ujicoba kedua tim ini dimainkan dalam tempo 3 x 30 menit. Hal ini atas permintaan pelatih PBFC yang ingin menguji strategi barunya dalam ujicoba ini.


Turun dengan formasi baru 3-4-1-2 dengan skuad utama di interval pertama, Pesut Etam tidak mampu mencetak gol. Memang, penggawa PBFC masih meraba-raba dan mencoba beradaptasi dengan taktik baru ini.


Di 30 menit kedua, tim pelatih ganti memainkan pemain lapis kedua dengan formasi baku 4-2-3-1. Sempat menciptakan gol lewat kaki Fandi Ahmad, namun dianulir oleh wasit karena melihat hakim garis mengangkat bendera tanda offside, walaupun sebenarnya Fandi dalam posisi onside karena berlari dari belakang. Skor kacamata menutup babak kedua.


Memasuki babak ketiga, permainan Persikoba mulai menjurus kasar. Puncaknya saat laga berjalan lima menit, pelanggaran keras terhadap Fariez Maziun membuat kesabaran official PBFC habis. Kejadian tersebut terjadi tepat di depan bench PBFC. Akhirnya, sang owner, Nabil Husein menarik pemainnya untuk berhenti bertanding.


"Saya ambil keputusan ini, karena saya khawatir pemain saya cedera. Pertandingan kami kedepan lebih penting dibanding ujicoba ini. Saya gak mau mengambil resiko, saya lihat wasitnya juga sudah gak beres, bahaya kalau terus dilanjutkan, makanya saya tarik pemain saya sebelum pertandingan selesai," sesal Nabil seusai pertandingan. (Zezen)