Jelang duel melawan PSIS Semarang, skuat Borneo FC sudah tiba di Magelang, Jawa Tengah sejak Senin (4/6) kemarin. Pasukan Pesut Etam langsung menggelar latihan di lapangan Dispora Magelang.


Borneo FC tak hanya menghadapi jadwal yang padat selama bulan Ramadan, mereka juga harus menghadapi suhu dingin Kota Magelang. Memasuki musim kemarau, suhu malam hari di Magelang bisa mencapai 20 derajat, sangat berbeda dari suhu di Samarinda.


Fisioterapis Skuat Pesut Etam, Lutfinanda Amary Septiandi mengakui perubahan drastis suhu di Magelang bisa memengaruhi ketahanan fisik pemainnya. Namun pihaknya telah menyiasati pola latihan dan recovery agar pemain dengan mudah bisa beradaptasi.


"Kemarin sore itu, cuaca dan suhu lumayan dingin. Sangat berbeda jauh dengan keseharian kita di Samarinda. Jadi kita langsung latihan ringan di hari pertama, selain recovery, juga aklimatisasi dan adaptasi suhu tubuh pemain dan cuaca di Magelang," ucap Lutfinanda.


Menurut Lutfi, pelatih kepala Dejan Antonic sudah sangat tepat memberi menu latihan sesaat setelah tim tiba di Magelang. Pasalnya latihan harus dilakukan agar pemain bisa lebih rileks usai perjalanan jauh dari Samarinda.


"Kemarin kami sampai Hotel Shafira Magelang sekitar jam 3 sore, lalu 1,5 jam setelahnya langsung di lakukan recovery training di lapangan sekitar 100m dari hotel. Ini penting karena setelah trip yang lumayan panjang dengan berkeringat kita bisa mengeluarkan rasa lelah yang diproduksi oleh asam laktat melalui keringat," tutur Lutfi.


Lutfi juga mengungkapkan sejauh ini 19 pemain yang dibawa Borneo FC dalam kondisi fisik prima. Lerby Eliandry, cs siap menjajal PSIS Semarang dan membawa 3 poin ke Samarinda. (DMZ/KOK)