Borneo FC harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor tipis 1-0 ada laga yang digelar di Stadion Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Minggu (29/7). Gol tunggal Yogi Rahadian menit 84 membuyarkan asa Pesut Etam membawa pulang poin ke Samarinda.

Usai laga, pelatih Borneo FC Dejan Antonic lagi-lagi mengomentari hilangnya konsentrasi anak asuhnya. Menurut Dejan, anak asuhnya lagi-lagi melakukan kesalahan yang berujung gol. Pelatih asal Serbia ini sangat kecewa lantaran timnya seolah dengan mudah membuang poin di Padang, padahal Borneo FC harusnya bisa mencuri satu poin.

"Saya pikir kita bisa dapat minimum satu poin. Tapi kita ada buat kesalahan yang langsung gol. Hari ini kita salah dan hilang poin lagi, sudah berapa kali itu. Selamat buat Sriwijaya karena dapat 3 poin. Sekali lagi kita buat mistake dan kalah di pertandingan," ungkapnya.

Ia juga mengaku laga tersebut terasa berat lantaran dipengaruhi cuaca dan lapangan yang sedikit keras, sehingga menyulitkan Pesut Etam mengembangkan permainan.

"Ini pertandingan yang berat buat kedua tim, mungkin karena cuaca dan lapangan yang sedikit keras. Ini karena tim yang tetap konsentrasi dan tidak banyak membuat kesalahan dialah yang mencuri poin," katanya.

Pada laga ini Pesut Etam hanya memainkan satu pemain asing yaitu Srdjan Lopicic. Sedangkan Azamat ymasih dibekap cedera dan Renan Alves belum terdaftar. Meski demikian, Pesut Etam sudah melakukan segala cara untuk menghindar dari kekalahan. Termasuk memasukkan seorang bek berpostur tinggi yang ditempatkan di area depan, untuk menyambut bola long pass. Sayang usaha tersebut tak berhasil hingga wasit meniup peluit panjang.

"Kita coba bermain long pass setelah tertinggal 1-0. Susah sekali buat ganti situasi dan formasi ketika ketinggalan di menit 85. Kami memasukkan Alhadji untuk memanfaatkan long pass tapi sulit," tuturnya. (DMZ)