Laga Derby Mahakam antara Borneo FC melawan Mitra Kukar yang semula digelar di Stadion Segiri Samarinda, Senin (6/8/2018), rupanya harus pindah ke stadion lain. Keputusan ini terkait verifikasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menyatakan Stadion Segiri Samarinda tidak layak dari sektor pencahayaan. PT Liga menetapkan batas pencahayaan stadion yaitu 800 Lux, sedangkan stadion Segiri hanya 400 lux. Akibatnya laga harus dipindah ke stadion lain yang lebih standar.


Borneo FC akhirnya memilih venue yang lebih netral dan masih satu provinsi. Laga Derby Mahakam nantinya akan digelar di stadion Batakan, Balikpapan. Head Club Licence Borneo FC, Reza Katamsi mengungkapkan pihaknya memilih stadion Batakan lantaran stadion tersebut sudah sesuai standar LIB.


"Samarinda lampunya tidak sampai 800 lux, dan itu per 21 juli sudah standar wajib dari Liga untuk seluruh klub. Kenapa memilih di Balikpapan, karena lampunya memenuhi standar," ujar Reza.


Diketahui stadion yang menjadi homebade Persuba Balikpapan ini disuplai kapasitas listrik sekitar 4,3 Megawatt dari PLN. Penerangan stadion juga menggunakan lampu LED, satu sisi tribun 135 buah atau total 270 buah yang menghasilkan pencahayaan sebesar 2.300 lux.


"Dari LIB pun jug sudah mengirim surat resmi terkait laga melawan Mitra Kukar yang digelar di Stadion Batakan, jadi semua clear dan kita akan mempersiapkan itu semua," pungkasnya. (NET)