Borneo FC dalam tren positif di dua laga terakhir. Empat poin diraih Pesut Etam sukses dari dua laga berkat kemenangan atas Mitra Kukar dan hasil seri melawan Arema FC. Kedatangan striker asal Argentina, Matias Conti membuat Borneo FC kaya opsi di lini depan. Conti mampu menjadi pemecah kebuntuan Borneo FC ketika Lerby Eliandry absen.


Asisten Pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin mengaku saat ini timnya masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) yang wajib dituntaskan jelang laga melawan Persija, Rabu (12/9/2018) mendatang. PR yang paling utama yaitu mencari skema tepat untuk menampung dua ujung tombaknya di starting XI yaitu Conti dan Lerby. Menurutnya Lerby akan dicoba bermain di sektor penyerang lubang atau second striker.


"Bagian dalam taktikal kita siapkan Lerby di opsi lini kedua. Lerby juga sebelumnya tidak asing dengan posisi second striker. Saat masih ada Edilson dan Pedro Javier, Lerby sudah biasa main di lini kedua," kata Amiruddin.


Penempatan Lerby di lini kedua sebenarnya bukan tanpa alasan. Amiruddin menegaskan skema tersebut sesuai dengan instruksi pelatih kepala Dejan Antonic yang menginginkan perubahan formasi timnya. Biasanya Borneo FC bermain dengan formasi 4-2-3-1 dan 4-4-2, kali ini Pesut Etam akan mencoba formasi 4-1-4-1 maupun 4-4-1-1.


"Kami akan matangkan skema satu gelandang serang dan satu holding midfielder. Kalau biasanya kita pakai dua gelandang holding, nah kita akan coba satu dengan menampung Lerby di gelandang serang," ucapnya.


Amiruddin mengatakan bukan tidak mungkin timnya akan mencoba berbagai opsi untuk terus meningkatkan kualitas tim. "Dari hasil uji coba dan beberapa kali latihan, saya rasa tim masih perlu adaptasi dalam hal attacking. Sebab distribusi bola belum lancar. Tapi yang pasti semua opsi bakal dicoba," ungkap Amiruddin. (SAN/KOK)