Menjamu Persija Jakarta pada 12 September, Borneo FC berencana tampil beda. Pelatih Borneo FC Dejan Antonic berencana menempatkan pemain mudanya dalam skuat utama.


Rencana itu bukan tanpa alasan. Selama latihan dan dua kali beruji coba, dia kerap memberi tempat kepada talenta muda di timnya. Selain kebutuhan skema, dia ingin memberi kejutan kepada calon lawan. "Persija pasti menyiapkan strategi khusus melawan kami. Jadi saya harus kasih sesuatu yang berbeda
kalau mau menang," ucap Dejan.


Terlebih, selama ini pemain muda memang minim menit main. Salah satunya Habibi yang belum sekalipun mencicipi atmosfer laga. Padahal, rekannya sesama penggawa junior sudah mendapat jatah bermain, seperti Aulia Hidayat dan Muhammad Sihran.


Belum tampilnya Habibi lantaran persaingan yang ketat di posisinya. Sebagai bek kanan, dia bersaing dengan Diego Michiels, Wildansyah, dan Leonard Tupamahu yang lebih berpengalaman. "Semua perlu proses. Kalau tidak ada pemain muda, sepak bola akan mati. Di Borneo FC semua bisa dapat kesempatan kalau mau berusaha di latihan," imbuhnya.


Sebagai tuan rumah saat menghadapi Persija, Borneo FC semestinya unggul mental. Itu pula yang memperbesar peluang pemain muda untuk menunjukkan kebolehannya. Sebelumnya, Sihran dan Aulia sama-sama tampil ketika Pesut Etam bermain di Stadion Segiri. Yakni saat menjamu PSMS Medan dan Perseru Serui.


"Kalau lihat progres anak-anak, cukup bagus. Sekarang saya lebih banyak mengasah mereka secara utuh untuk penerapan skema bertahan dan menyerang. Ini demi meraih kemenangan," paparnya.


Isyarat rotasi yang dilakukan tak lepas dari bakal absennya Ambrizal Umanailo kontra Persija. Dia dilarang tampil karena akumulasi kartu. (NET/KOK)