Selama perhelatan Asian Games 2018, Liga 1 diliburkan hingga sebulan. Jeda kompetisi yang terlalu lama rupanya tak menurunkan omzet penjualan pernak-pernik Borneo FC.


Chief Marketing Borneo FC Novi Umar menuturkan, penjualan terhadap jersey tim tetap laris manis. Meski tak rutin, selalu ada yang mampir ke outlet di kompleks Stadion Segiri, Samarinda. "Alhamdulillah kalau pengunjung selalu ada. Jersey Borneo FC ini selain untuk dipakai konsumen lokal, bisa jadi oleh-oleh. Karena kami satu-satunya tim profesional di Samarinda," kata Novi.


Selain jersey, Novi menyebut, timnya merilis kaus anyar. Desainnya yang dianggap elegan membuat banyak pihak membeli. "Dengan adanya produk baru ini, pilihan untuk berbelanja jadi lebih banyak. Mereka yang datang dan membeli secara tidak langsung membantu kesehatan klub dari segi finansial," imbuhnya.


Demi lebih menarik minat konsumen, Novi mengatakan, timnya memberi banyak potongan harga. Salah satunya di momen kemerdekaan Indonesia beberapa waktu lalu. "Kalau potongan harga ini setiap momen pasti ada. Alhamdulillah biasanya terjadi peningkatan omzet juga," paparnya.


Di sisi lain, Novi menyebut, timnya punya banyak kegiatan di bidang promosi. Satunya mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Samarinda. Biasanya ada lima pemain plus satu staf pelatih melakukan sosialisasi. "Kalau sekarang tim fokus dulu main di kandang. Nanti kalau ada waktu senggang kami akan kunjungi sekolah lagi," pungkasnya. (NET/KOK)