PSSI selaku induk olahraga sepakbola Indonesia secara resmi menghentikan kompetisi Liga 1 sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Jelas hal ini merugikan banyak pihak. Terlebih tak ada batas waktu ditentukan PSSI terkait penghentian kompetisi ini.


Nabil Husein Said Amin, Presiden Borneo FC mengatakan, apa yang terjadi saat ini membuat semua klub serba salah. Sebab satu kejadian harus mengorbankan banyak pihak di sepak bola Indonesia. “Kejadian ini harus benar-benar diselesaikan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari. Terus terang, apa yang dialami korban dalam kasus ini sangat mengerikan,” ujarnya.


Kasus ini ujarnya tak boleh dibiarkan berlarut-larut agar tak lagi terjadi di kemudian hari. Sanksi tegas pun harus diberikan agar muncul efek jera. “Dan ini harus ada kerja nyata dari PSSI untuk penyelesaian kasusnya. Jangan sampai masalah ini justru membuat persepakbolaan kita semakin terpuruk. Sepak bola kita harus terus maju lebih baik dan damai,” terangnya.


Meski selama ini kelompok suporter tak langsung bersentuhan dengan klub, namun Nabil menyarankan agar semua klub bertanggung jawab dalam hal membimbing dan membina suporter mereka, khususnya tim besar dengan basis kelompok besar pula. Persib, Persija, Persebaya dan Arema adalah tim dengan basis kelompok suporter besar yang harus memberikan bimbingan dan pembinaan pada pendukungnya.


“Selama ini keempat kelompok suporter tersebut yang terus menjadi perhatian masyarakat. Sebab mereka memang tak bisa duduk berdampingan saat menyaksikan timnya bertanding,” terangnya. Dikatakan Nabil, dulu Pusamania dan suporter Persiba yang tergabung dalam Balistik, juga tak pernah akur. Namun kini semuanya sudah tak terjadi lagi. Pemahaman dan pembinaan yang diberikan, mampu membuat kedua kelompok suporte ini menjadi satu kesatuan yang kuat. (NET/KOK)