Kekalahan dari PSM Makassar, memberi pelajaran penting bagi Borneo FC guna menatap laga selanjutnya. Pesut Etam dijadwalkan bakal bertamu ke Bali melawan Serdadu Tridatu di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (25/10).


Jelang laga kontra Bali, setidaknya pelatih Borneo FC Dejan Antonic cukup lega, lantaran Wahyudi Hamisi sudah bisa dimainkan.


Gelandang jangkar asal Kotamobagu, Sulawesi Utara itu absen saat timnya menghadapi PSM Makassar akibat akumulasi kartu kuning.


Hadirnya Wahyudi membuat Dejan leluasa menerapkan skema timnya. Apalagi Dejan mengakui Wahyudi sebagai elemen penting Borneo FC musim ini. "Wahyudi Koko? Dia pemain penting di tim ini," kata Dejan.


Pernyataan Dejan itu benar-benar terbukti. Pasalnya Wahyudi menjadi satu-satunya pemain yang kerap bermain, termasuk sejak menit awal. Kecuali saat terkena skorsing dan cedera. Tercatat ia telah memainkan 15 laga Borneo FC musim ini.


Pemain bernomor punggung 33 ini juga menjadi penyeimbang permainan Pesut Etam di bawah racikan Dejan. Dalam formasi dua jangkar lini tengah Borneo FC, Wahyudi tak tergantikan, meski Dejan sering melakukan sejumlah perubahan.


Hampir semua pemain tengah Borneo FC pernah bermain bersama Wahyudi. Seperti Dirga Lasut, Ahmad Maulana, Hisyam Tolle, hingga Firdaus Ramadhan. Karakter bermain yang berani, agresif, dan percaya diri membuatnya kini menjelma sebagai elemen penting Pesut Etam. Termasuk saat Pesut Etam sukses mencatatkan tiga kemenangan beruntun.


Berdasarkan statistik musim ini, ia sukses mengoleksi akurasi umpan 72 % dari total 362 umpan yang dilepaskan. Dejan merasakan ada kepingan yang hilang di timnya ketika Borneo FC tumbang dari PSM Makassar.


Saat itu Borneo FC bermain tanpa Wahyudi, serta menempatkan duet Hisyam Tolle dan Ahmad Maulana sebagai jangkar lini tengah. Dejan lantas menyoroti kelengahan timnya yang kerap salah passing di area tengah lapangan.


"Kita banyak salah passing. Gol pertama PSM saya pikir mudah sekali. Kita tidak bisa salah lagi seperti itu. Shoot kedua dari PSM dan gol," ujarnya.


Tak hanya itu, pemain Borneo FC juga tampak kesulitan memberi tekanan ke PSM. Akibatnya memudahkan lawan mendikte permainan Pesut Etam. "Ada sejumlah pemain nervous. Tidak bebas seperti biasa. Ada pengaruhnya tanpa kehadiran Wahyudi. Wahyudi selalu bermain agresif," kata Dejan.


Permainan agresif Wahyudi terbukti dengan torehan 65 tackle, 5 blok, 10 intersep, serta 9 kartu kuning yang dikoleksinya. Ini menjadi modal penting Wahyudi mengangkat performa timnya saat bertandang ke markas Bali United. (NET/KOK)