Asa Borneo FC menjaga rekor tak pernah kalah di kompetisi Liga 1 U-19 Grup C putaran kedua yang berlangsung di Magelang akhirnya terhenti. Di laga ke-8 yang berlangsung kemarin sore di Stadion Moh. Soebroto Magelang, tim asuhan Ponaryo Astaman tersebut kalah dengan skor 1-3.


Memimpin terlebih dahulu di babak pertama, ternyata gagal dipertahankan anak-anak Pesut Etam junior ini. “Ini memang hasil yang mengecewakan bagi kita. Tapi ini harus dijadikan momen untuk belajar. Jadi pemain tahu bagaimana sakitnya merasakan kekalahan,” ujar Popon, sapaan akrab Ponaryo Astaman.


Di babak pertama Borneo FC U-19 sebenarnya tampil sangat apik. Tekanan demi tekanan bahkan mereka lancarkan secara bergelombang ke jantung pertahanan lawan. Dan satu gol berhasil didonasikan untuk menutup 45 menit babak pertama.


Namun di babak kedua, beberapa kali kesalahan koordinasi dilakukan pemain. Hal ini yang mampu dimanfaatkan Juku Eja junior untuk menciptakan tiga gol. “Kita kurang maksimal di pertandingan ini, terutama di babak kedua. Setelah kebobolan tiga kali, kami seakan sulit untuk bangkit,” ujar Nurdiansyah, kapten tim.


Permainan PSM memang lebih keras di pertandingan ini. Namun ia mengaku hal tersebut wajar dalam sepak bola. “Intinya kami harus tampil lebih baik lagi di pertandingan berikutnya,” sambung Nurdin.


Borneo FC U-19 masih akan melakoni dua kali pertandingan lagi, yakni menghadapi Mitra Kukar U-19 dan Perseru Serui. Dikatakan Popon, dua pertandingan tersebut harus dijadikan sebagai moment kebangkitan. Sebab dengan hanya kemenangan maka kesempatan lolos ke babak selanjutnya masih sangat terbuka.


“Saya katakan, pemain jangan sampai terbebani dengan kekalahan ini. Justru ini jadi sarana untuk bangkit,” tambah Popon.


Disinggung persiapan untuk pertandingan berikutnya, Popon mengaku pemain harus tetap bisa menjalankan pola permainan yang sudah dibangun. Apapun hasil pertandingan nanti, Popon berharap pola tetap dimainkan dan jangan sesekali diubah.


“Mau kita kalah, menang atau imbang, pemain tetap harus bisa menjalankan pola yang sudah diberikan. Mereka harus konsisten dalam permainan, walau hasil yang didapat nantinya tak sesuai dengan harapan,” pungkas Popon. (UPI)