Kabar buruk menimpa Borneo FC jelang laga kontra Bhayangkara FC, di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur, Senin (29/10). Pesut Etam harus kehilangan empat pemainnya saat bersua Bhayangkara FC. Mereka adalah Wahyudi Hamisi, Tijani Belaid, Abdul Rachman, dan Hisyam Tolle.


Dua nama terakhir absen akibat akumulasi kartu kuning. Sedangkan untuk Wahyudi Hamisi dan Tijani Belaid terkena skorsing. Sayang, skorsing yang dijatuhkan untuk Wahyudi dan Tijani terbilang sangat mendadak, dua hari jelang laga kontra Bhayangkara FC. Padahal kejadian yang melibatkan dua pemain ini terjadi pada dua pekan lalu.


Skorsing yang dijatihkan kepada Wahyudi akibat menghentikan laju Robertino Pugliara saat bersua Persebaya, yang membuat pemain asal Argentina itu cedera parah. Sedangkan skorsing untuk Tijani dijatuhkan akibat kartu merah langsung yang diterimanya saat menghadapi Persipura Jayapura. Wahyudi dan Tijani dijatuhi larangan bermain dua pertandingan.


Pelatih Borneo FC Dejan Antonic menilai sanksi yang diterima pemainnya itu sangat merugikan timnya. Sebab absennya empat pemain ini membuat Borneo FC hanya tersedia 17 pemain yang disiapkan menghadapi Bhayangkara FC. "Jujur berat sekali. Karena saya kaget terlalu mendadak dan itu tidak fair. Sebab ada dua laga yang sudah lewat, baru keluar sanksi. Kita cuma punya 17 pemain yang ada saat ini," kata pelatih asal Serbia ini.


Praktis absennya 4 pemain ini membuat Dejan minim opsi di lini tengah. Borneo FC hanya menyisakan Ahmad Maulana dan Dirga Lasut di sektor jangkar, serta Sultan Samma di area gelandang serang.


"Kita harus bikin tim dari pemain yang dari kita punya. Kita harus tetap sama-sama dan kuat. Kita harus tunjukkan dan buktikan kita masih punya kekuatan. Tapi berat karena empat pemain tidak bisa main dan ini empat pemain inti," ungkapnya. (DMZ/KOK)