Borneo FC harus kehilangan empat pemain penting jelang laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Segiri Samarinda Kalimantan Timur, Senin (29/10). Keempat pemain yang absen yaitu Wahyudi Hamisi, Tijani Belaid, Abdul Rachman, dan Achmad Hisyam Tolle.


Wahyudi dan Tijani absen dua laga akibat dijatuhi skorsing. Sedangkan Tolle dan Rachman terkena akumulasi kartu kuning.
Dejan kecewa lantaran harus kehilangan empat pemainnya di laga penting. Apalagi absennya Wahyudi diprediksi bakal berpengaruh signifikan bagi performa Pesut Etam.


Tanpa Wahyudi, lini tengah Borneo FC tampil kurang menggigit. Berkaca pada laga kontra PSM di kandang beberapa waktu lalu, Borneo FC harus tumbang akibat lini tengah yang kurang agresif. Kendati demikian, pelatih asal Serbia ini mencoba mengambil sisi positif dari absennya empat pemain tersebut.


"Absennya empat pemain inti itu berbuah positif juga. Kami akan maksimalkan pemain yang ada. Siapapun yang mendapat kesempatan, saya yakin dia akan main dengan hati besar. Penting buat kita untuk dapat tiga poin poin di sisa tijuh pertandingan lagi," kata Dejan saat sesi konferensi pers.


Dejan mengaku tak ada persiapan khusus guna menghadapi Bhayangkara FC, sebab waktu recovery timnya sangat terbatas. Namun Pesut Etam termotivasi membalas hasil imbang 1-1 di pertemuan pertama lalu dengan kemenangan di kandang. "Satu tim yang bikin kita sakit sekali di Jakarta kemarin itu. Kita akan berusaha maksimal. Waktu persiapan cuma dua hari, tidak ada persiapan khusus," ujarnya.


Gelandang Borneo FC, Ahmad Maulana, menilai timnya wajib menang atas Bhayangkara FC guna menebus kekalahan di kandang saat menghadapi PSM Makassar. "Saya pribadi dan teman-teman sudah sepakat dan kompak untuk memenangkan laga besok. Kami tidak mau terulang lagi kekalahan di kandang," kata Maulana. (NEY)