Borneo FC yang harusnya bertanding menghadapi Barito Putera di perebutan posisi ketiga di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi pada 18 November lalu, harus ditunda menjadi 26 November. Tak hanya tanggal pertandingan diubah secara mendadak, tetapi tempat pertandingan pun dipindahkan dari Bekasi ke Bali.


"Kami kecewa. Harusnya kita sudah main tanggal 18 di Cikarang, namun kami terima surat pemberitahuan perubahan hari dan tempat pertandingan itu tengah malam tanggal 20 pukul 00.00 Wita dini hari. Imbasnya, tim terlantar di Cikarang selama 2 hari menunggu kejelasan. Anehnya, pertandingan diubah menjadi menjadi 26 November dan dimainkan di Bali,” ujar Hariansyah, Sekretaris Tim Borneo FC.


Borneo FC ujar Ari sudah mengeluarkan banyak dana di kompetisi ini. Sesuai jadwal yang dikeluarkan, harusnya kompetisi U-19 ini sudah selesai sejak Minggu (18/11) lalu. Namun PT LIB selaku operator kompetisi malah menunda partai final dan perebutan posisi ketiga. Ari menyadari, pertemuan Persija dan Persib di final bisa menghadirkan persoalan baru.


“Antisipasi untuk menghindari sesutu yang tidak diinginkan terjadi pada supporter sih boleh saja, tapi konsekuensinya jangan dibebankan ke klub lagi. Harusnya mereka mikir dari awal, kenapa tidak dilokasikan di tempat yang benar-benar netral supaya tidak pindah-pindah," ujarnya geram.


Imbas dari penundaan dan pemindahan tempat final ini, sudah pasti ke masalah keuangan tim. Sulitnya, manajemen Borneo FC tak tahu harus kemana mempertanyakan masalah dana tambahan yang harus dikeluarkan ini. “Biaya yang kami keluarkan tidak sedikit karena perubahan ini. Bisa mencapai ratusan juta. Dan sekarang kami belum ada penjelasan siapa yang akan menanggung. Kami pun sudah kirim surat minta penjelasan soal biaya siapa yang menanggung, tapi belum ada jawaban. Jadi sekarang kami masih menuggu bagaimana kelanjutannya," tegas Ari. (NET)