Tekad Victor Simon Badawi, pelatih Borneo FC U-16 untuk membawa poin di partai terakhir mereka pada Liga 1 Elite Pro Academy U-16 akhirnya kesampaian. Menghadapi Persebaya Surabaya di pertandingan tak menentukan bagi Pesut Etam junior ini, skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir laga. Dengan hasil ini Borneo FC U-16 mendapat satu angka dari tiga pertandingan, setelah sebelumnya dikalahkan Persija Jakarta U-16 dan Barito Putera U-16 masing-masing dengan skor 0-1 dan 0-2.


“Alhamdulillah, kami bisa mewujudkan apa yang kami inginkan. Kami sudah menargetkan harus dapat poin untuk dibawa pulang ke Samarinda. Sebab kami sudah kehilangan angka di dua pertandingan sebelumnya,” ujar Victor usai pertandingan.


Di pertandingan Grup X yang dimainkan di Stadion 17 Mei Banjarmasin ini, Borneo FC sebenarnya sudah tertinggal dua gol di babak pertama. Kelengahan barisan belakang, mampu dimanfaatkan lawan dengan baik. Namun usai jeda, Victor membakar semangat pemainnya untuk mengejar ketertinggalan gol lawan. “Saya katakan pada pemain, 'Ayo lakukan yang terbaik yang kalian punya',” ujar Victor.


Selain memompa semangat pemain, perubahan strategi pun dilakukan. Pemain diminta bermain lebih terbuka untuk mengejar gol. Dikatakan putra dari Edy Simon Badawi ini, risiko diambil dengan bermain terbuka tersebut. “Main terbuka berarti ada ruang di barisan belakang kita. Saya hanya minta pemain waspada agar tak kebobolan lagi,” sambungnya.


Hasilnya Resa Hari berhasil memperkecil skor di menit 48, sampai akhirnya Syadiq Aliftah menyamakan kedudukan di masa injury time, atau di menit 60+3. “Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas hasil yang kami dapatkan ini. Anak-anak bermain bagus dan dapat satu poin. Kami bermain terbuka di babak kedua dan anak-anak bisa menjalankan apa yang saya instruksikan,” katanya lagi.


Victor menyadari betul, berapa pun skor kemenangan didapat tetap tak meloloskan timnya ke babak selanjutnya. Namun keinginan tak kalah lagi di laga terakhir, membuat semangat pemain terlecut untuk terus berjuang mencari gol penyeimbang. “Saya hanya minta kepada pemain agar memperlihatkan permainan sesuai dengan karatker mereka. Tujuan saya di kompetisi ini bukan mencari juara, tapi bagaimana membentuk karakter pemain,” pungkasnya.


Sementara itu Syadiq Aliftah mengaku, perjuangannya bersama pemain lain sudah sangat maksimal untuk mendapatkan poin. “Alhamdulillah, kerja keras saya dan semua rekan membuahkan hasil satu poin. Walaupun kami tak lolos ke babak selanjutnya, tapi kami sudah berjuang maksimal,” ujar Syadiq. (NET)