Pekan terakhir Liga 1 berakhir antiklimaks bagi Borneo FC. Digadang-gadang memberi kebahagiaan bagi warga Samarinda dan suporternya, kekalahan justru mereka dapatkan. Ironisnya, mereka kalah dari tim yang sejak awal diprediksi akan terdegradasi musim depan, yakni PS Tira. Namun hasil 1-3 membuat banyak pihak seakan tak percaya.

Isu pengaturan skor bahkan suap pun menghampiri manajemen Borneo FC. Pasalnya dengan kemenangan tim tamu, maka PS Tira yang dulunya bernama PS TNI tetap bertahan di Liga 1 musim depan. Sementara Mitra Kukar, PSMS Medan dan Sriwijaya FC dipastikan bermain di Liga 2 musim depan, setelah kalah di kandang tim tuan rumah. Dan hanya PS Tira dan Perseru Serui sebagai tim tamu yang menang di kandang lawan. Dan kedua tim inilah yang lolos degradasi.

Kekalahan Borneo FC banyak disorot. Karena tim ini selalu tampil perkasa di kandang. Hanya PSM Makassar yang berhasil meruntuhkan keangkeran Stadion Segiri musim ini. Sementara dua kekalahan di kandang di dapat saat bermain di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang, serta Batakan Balikpapan. Isu suap bertebaran di media social (medsos). Apalagi pemain Pesut Etam tak tampil seperti biasa.

Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin langsung membantah keras terkait isu tersebut. Menurutnya, banyak pihak tak mengerti sepak bola. Langsung memfitnah dengan hasil itu.

“Saya sempat bingung ketika membaca di media sosial, tentang banyaknya tuduhan pada Borneo FC atas kekalahan lawan PS Tira. Saya melihat mereka tak memahami bagaimana sepak bola. Ini permainan dan semua pasti akan merasakan kekalahan dan kemenangan. Hari ini kita tak bermain bagus dan sangat wajar kalah,” ujarnya.

Dijelaskan pengusaha muda ini, dirinya membangun Borneo FC sejak dari Divisi Utama (sekarang Liga 2) dengan susah payah dan penuh perjuangan. Namun kalau ujung-ujungnya menerima suap demi kepentingan tim lain, hal itu justru akan mencoreng kerja keras yang dilakukannya selama ini.

“Silahkan orang menuduh Borneo FC dan saya menerima suap. Tapi saya perlu tegaskan, selama ini saya tak pernah menerima suap berapa pun itu jumlahnya. Jangan samakan kami dengan tim lain yang mungkin melakukannya. Maaf, itu (menerima suap) bukan tipe saya dan saya tak akan pernah melakukannya,” tegas Nabil.

Nabil melihat perjuangan keras PS Tira untuk tetap bertahan di Liga 1, menjadi salah satu alasan mengapa timnya kalah. Lagipula, banyak pemainnya tak bermain seperti biasa. Saat disinggung mengenai taktik dan strategi pelatih yang terlihat tak biasa saat bertemu PS Tira, Nabil pun enggan mengomentarinya.

“Semua sudah terjadi. Kita kalah dengan tim yang berjuang habis-habisan. Tapi saya tegaskan, jangan pernah mengatakan suap di tubuh tim Borneo FC. Terus terang, kalau ada yang terlibat dan saya mengetahuinya, saya pastikan langsung saya pecat siapapun dia. Saya sekarang harus berpikir bagaimana tim ini musim depan, jadi tolong jangan beri fitnah dengan isu suap pada tim saya,” pungkasnya. (NET)