Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional resmi berakhir Minggu (9/12) lalu. Panjangnya kompetisi yang melelahkan, membuat pemain harus berpisah dengan keluarganya dalam rentang waktu yang cukup lama. Dan Borneo FC pun sudah meliburkan pemainnya dari aktivitas sepak bola sejak Senin (10/12) lalu. Para pemain pulang ke daerah asalnya, sembari menunggu kabar selanjutnya dari manajemen Borneo FC.


"Semua pemain sudah kembali ke daerahnya masing-masing setelah pertandingan terakhir lawan PS Tira. Ini waktu mereka untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga, melupakan sejenak sepak bola setelah melewati kompetisi yang panjang," ujar Hariansyah Ari, sekretaris tim.


Namun pria bertubuh kurus ini mengaku belum bisa memastikan kapan para pemain berkumpul lagi. Sebab manajemen Borneo FC juga masih menunggu kapan kompetisi musim depan akan digulirkan. Sebab saat kompetisi diumumkan tanggal pasti pelaksanaannya, maka seluruh tim langsung akan bersiap menghadapi rangkaian pertandingan panjang kembali.


"Kalau ditanya kapan kumpul lagi, kita masih menunggu hasil evaluasi dari operator dan kemungkinan rencana kompetisi akan digelar, masih menunggu hasil Kongres PSSI Januari mendatang di Bali. Kami sih berharap cepat ada kepastian, agar kita bisa bersiap lebih matang sebelum kompetisi,” terangnya.


Ari menilai perjalanan Borneo FC musim ini di kompetisi sudah sangat memuaskan, meski target awal untuk bermain di level Asia tak tergapai. Masalah yang terjadi dalam tim dalam beberapa pertandingan, seperti skorsing mendadak dari komisi disiplin (Komdis PSSI), serta sempat tak bisa bermain di kandang karena masalah lampu stadion, disebut Ari menjadi salah satu penghambat gagalnya target didapat. Namun ia tak mau menjadikan itu semua sebagai alasan, karena tim lain pun punya masalah meski kasusnya berbeda-beda.


"Apa yang sudah kita capai musim kompetisi kemarin harus kita syukuri. Saatnya sekarang memikirkan bagaimana kita menata untuk musim depan," tegasnya. (NET)