Sebagai pemain asing baru, yang mencoba mencari pengalaman di Liga Indonesia, banyak hal coba dipelajari Jan Lammers tentang klub anyarnya Borneo FC. Tak hanya secara tim, namun pergerakan para suporternya pun tak luput ia amati. Sebelum terbang dari negara asalnya, Jan pun mengakui banyak melihat perkembangan sepak bola Indoensia dari internet.

Menariknya, hal paling pertama yang ia ketahui soal Borneo FC di dunia maya adalah julukan Stadion Segiri, yakni Theatre of Hell. "Saya lihat melalui dunia maya, dan saya cukup tahu soal klub ini, stadionnya disebut theatre of hell," paparnya.



Selain itu masukan dari kompratriot senegaranya seperti Marc Klok dan Willem Jan Pluim, dua pemain pilar dari PSM Makassar, soal sepak bola Indonesia membuatnya tambah bersemangat. Jan juga mendapatkan informasi tambahan dari Ezra Wallian, pemain naturalisasi Indonesia yang bermain satu klub dengannya di RKC Waalwijk.

“Dan saya menanti suporter datang saat kami bermain nanti. Tentu akan sangat menyenangkan bermain di bawah dukungan suporter yang fanatik,” kata pemain berusia 23 tahun itu. (TAN)