Pil pahit harus ditelan Pusamania Borneo FC (PBFC) kala bertandang ke Stadion Demang Lehman, Jumat sore (8/8). Sempat unggul terlebih dahulu di babak pertama, PBFC kecolongan dua gol di babak kedua sehingga harus kalah 2-1.


Didukung langsung oleh ratusan suporter setianya, Pusamania, PBFC menekan tuan rumah sepanjang babak pertama. Usaha anak asuh Iwan Setiawan akhirnya membuahkan hasil di menit 34. Tendangan keras kaki kanan Fernando Soler meluncur deras ke gawang Martapura FC yang dikawal Ali Budi Raharjo. Gol ini sekaligus menjadi gol perdana bagi Soler.


Di babak kedua pertandingan menjurus kasar. Beberapa kali terjadi benturan-benturan keras. PBFC sedikit mengurangi tekanan ke daerah Martapura FC. Hal ini dimanfaatkan oleh tuan rumah untuk terus menggempur pertahanan Pesut Etam yang dikawal trio Usep Munandar, Rahmat Latief, dan Afriandi. Gol bagi tuan rumah akhirnya tercipta di menit 85 lewat kaki legiun asingnya, Henry Njobi Elad.


Sebelumnya tuan rumah sempat mendapat penalti, namun eksekusi Brima Pepito mampu dimentahkan Juni Irawan. Di masa injury time, Martapura FC kembali mendapat hukuman penalti. M. Renngur yang menjadi eksekutor berhasil mengecoh Juni Irawan. Skor 2-1 untuk kemenangan Martapura FC menutup laga ini.


"Kemenangan kami dirampok secara paksa disini. Kami menilai wasit dan pengawas pertandingan terang-terangan memaksa Martapura FC harus menang. Bahkan, protes kami melalui laporan khusus coba dihalang-halangi dan tidak mau ditanda-tandangi," singkat Tommy Ermanto Pasemah, manager tim PBFC, seusai pertandingan. (Zai)