Menang dengan skor menyakinkan saat melawan PS Mojokerto dengan agregat 9-1 pada pekan lalu, tak menjamin Borneo FC tampil trengginas saat menjamu PSS Sleman pada leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2019, Jumat (15/2) malam di Stadion Segiri Samarinda.

Pada laga tersebut, Pesut Etam justru tampil kurang menyakinkan. Status tuan rumah dan dukungan sekitar 5000an lebih pendukung mereka tak cukup membuat Borneo FC menang dengan skor besar.

Seperti diketahui, Elang Jawa menerapkan pressing ketat yang membuat pemain Borneo FC tak bisa leluasa. Kondisi itu semakin menjadi di babak kedua, dimana kedua sayap anak asuh Seto Nurdiantoro terus berusaha merangsek lewat kedua sayapnya meski akhirnya digagalkan dua tembok kokoh Pesut Etam, Javlon Guseynov dan Jan Lammers.



Seusai pertandingan, dihadapan sejumlah wartawan Fabio Lopez menilai hal itu terjadi karena lawan yang mampu meredam setiap serangan timnya. Selain itu ada beberapa kesalahan pemain yang dilakukan, terutama kesalahan individu yang harus diperbaiki pada leg kedua nanti.

"Sebenarnya kami memiliki dua tiga peluang, namun sayang tidak bisa berbuah gol, jujur sebenarnya secara permainan saya tidak senang, hanya saya patut bersyukur kami menang dan tidak kebobolan, ini jadi modal kami di pertandingan berikutnya (leg 2 di Sleman), sembari memperbaiki kekurangan yang masih ada," pungkas Fabio. (TAN)