Kemenangan di laga kandang saat bertemu PSS Sleman di leg pertama babak 16 Besar Piala Indonesia, memang menjadi modal bagi Borneo FC jelang leg kedua yang dimainkan di Sleman, 20 Februari mendatang.

Namun banyak suporter Pesut Etam kini waswas, karena modal yang dibawa ke Stadion Maguwoharjo hanya sebiji gol. Itupun lahir dari titik penalti. Terlebih permainan tim pada Jumat (15/2) malam lalu di Stadion Segiri, bisa dikatakan tak terlalu mengesankan.

Dominasi permainan memang dipegang tuan rumah, namun Sleman yang turun dengan pemain moda lokal memberikan banyak tekanan di babak kedua. Meski demikian, keyakinan lolos ke babak 8 Besar pada turnamen ini tetap diapungkan Fabio Lopez, arsitek tim. Ia pun melakukan evaluasi terkait persiapan timnya menjelang leg kedua nanti.

Perbaikain mutlak harus dilakukan Fabio. Kurangnya agresivitas tim melakukan tekanan, membuat lawan berani keluar menyerang untuk balik menekan. Borneo FC seolah tampil tanpa seorang playmaker, karena Renan Silva baru dimainkan di 20 menit akhir pertandingan. Itupun perannya tak terlalu terlihat, karena Sleman sudah banyak melakukan tekanan lewat serangan balik.

Fabio mengaku, pemainnya harus bisa mengaplikasikan apa yang diberikannya dalam latihan jelang pertandingan kedua nanti. Perubahan komposisi pemain di starter bisa saja dilakukan pelatih asal Italia ini.

“Soal siapa yang bermain, nanti akan kita lihat dari hasil latihan. Semua pemain saat ini siap diturunkan, tetapi saya mau melihat siapa yang lebih siap. Sleman tim bagus, jadi kami harus memaksimalkan waktu yang akan untuk mempersiapkan tim menghadapi mereka di kandangnya,” tega Fabio. (UPI)