Hanya satu poin yang bisa dibawa pulang Pusamania Borneo FC (PBFC) dalam rangkaian turnya ke Kalsel dan Kalteng. Sebiji poin tersebut didapat ketika skuad Pesut Etam menuntaskan laga atas tuan rumah Kalteng Putra FC dengan skor akhir 1-1 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Senin sore.


Uniknya dalam tur kali ini, penalti benar-benar menjadi momok bagi tim besutan Iwan Setiawan. Ya, pada pertandingan sebelumnya kala berhadapan dengan Martapura FC, Jumat (8/8), penalty juga menjadi penggagal kesempatan PBFC membawa pulang satu poin dari Kalsel. Kala itu gol dari titik putih diciptakan oleh M Renngur pada menit 95.


Keadaan yang dihadapi PBFC dari dua pertandingan ini pun sama persis. Fernando Soler cs mampu lebih dulu unggul dengan gol yang tercipta dari kaki Ari Priyatna, pada menit 41. Berlanjut hingga babak kedua, permainan dengan skema saling serang tetap ditunjukkan masing-masing kubu. Hingga waktu normal pertandingan berakhir, tidak ada gol yang tercipta.


Kemenangan yang seolah sudah di depan mata lantas buyar setelah wasit Hidayat menunjuk titik putih, beberapa detik sebelum pertandingan usai. Peluang emas menjaga muka sebagai tuan rumah pun dimaksimalkan Kalteng Putra FC. Charles Oguadimma yang bertugas mengeksekusi penalti tersebut menjalankan tugasnya dengan baik. Tidak lama setelah gol tersebut, pertandingan pun dinyatakan berakhir.


Situasi tersebut akhirnya mengeluarkan sejumlah nada kecewa, salah satunya dari PBFC yang merasa paling dirugikan atas sejumlah kontroversi tersebut. “Penalti yang menggagalkan kami mengamankan enam poin pada tur kali ini,” ucap komisaris utama PT Nahusam Pratama, badan hukum PBFC, Nabil Husein.


Atas kondisi demikian, dirinya berharap PT Liga Indonesia sebagai regulator kompetisi bisa memberi perhatian khusus mengenai hukuman kontroversial yang dijatuhkan perangkat pertandingan dalam sebuah laga.


Terlepas dari kondisi tersebut, Nabil tetap mensyukuri hasil yang didapat timnya pada pertandingan tersebut. Menyisakan sejumlah laga di kandang, membuat dirinya optimistis timnya bisa memutus tren negatif selama menjadi tamu. (End)