Tak turunnya hujan beberapa waktu lalu dalam rentang waktu cukup lama, ternyata membawa pengaruh pada rumput di Stadion Segiri. Saat ini, meskipun intensitas hujan sudah mulai sering membasahi Samarinda, namun perbaikan pada rumput dan tanah di stadion tertua di Kota Tepian tersebut akan segera dibenahi.

Itulah sebabnya, laga uji coba menghadapi Barito Putera pada 31 Maret malam mendatang akan menjadi yang terakhir bagi Borneo FC bermain di Stadion Segiri sebelum rumput dan lapangan dibenahi. "Setelah uji coba dengan Barito Putera kita akan langsung lanjut TC (training center) ke Bontang. Kemungkinan besar setelah TC, kita tidak akan memakai Stadion Segiri untuk tempat latihan. Sebab lapangan akan dilakukan perawatan secara intensif jelang bergulirnya kompetisi Liga 1," ujar Hariansyah Ari, Sekretaris Tim Borneo FC.

Kondisi lapangan saat ini memang tak terlalu bagus. Ada beberapa sisi lapangan yang rumputnya tak tumbuh dengan baik. Pun beberapa sisi terlihat bergelombang. Perbaikan kecil akan dilakukan, karena Minggu malam nanti akan digeber uji coba menghadapi Barito Putera.

Ari mengatakan, ada beberapa stadion alternatif yang akan digunakan Borneo FC untuk latihan usai TC di Bontang. "Alternatifnya kita bakal menggunakan Stadion Sempaja atau Stadion Palaran. Kemarin, saya sudah cek lapangan di Sempaja dan hari ini kami akan lihat lapangan di Stadion Palaran," ujarnya.

Jika melihat kondisinya saat ini, kemungkinan besar Borneo FC akan menggunakan Stadion Palaran. Sebab Stadion Sempaja pun kondisinya tak terlalu bagus saat ini. Namun seperti dikatakan Ari, pihaknya akan mengecek Stadion Palaran terlebih dahulu. Jika menggunakan Palaran, maka hal ini serupa dengan dua musim lalu. Saat itu Dragan Djukanovic selaku arsitek tim, menggenjot kemampuan pemainnya di stadion yang dibangun untuk menyambut pelaksanaan PON 2008 lalu.

"Dibutuhkan lapangan yang bagus agar pemain tidak cidera. Apalagi sebulan lagi kompetisi akan digelar jadi antisipasi pemain bisa dalam kondisi yang prima nantinya," pungkas Ari. (UPI)