Borneo FC sejak dua hari lalu sudah kembali ke Samarinda. Selama 10 hari menjalani pemusatan latihan di Bontang, Sultan Samma dan kawan-kawan digenjot latihan cukup keras. Selain latihan, tim yang sementara ditangani Ahmad Amiruddin dan Charis Yulianto tersebut juga menjalani dua kali uji coba di Kota Taman. Yakni menghadapi Bontang FC dan Bontang All Star. Dua laga tersebut semuanya dimenangkan Pesut Etam dengan skor 4-0 dan 5-1.

Sejak kembali ke Samarinda, para pemain diliburkan tiga hari hingga besok. Hal ini dilakukan agar pemain punya waktu beristirahat. Sekretaris tim Hariansyah Ari mengatakan bahwa tim pelatih memang tak mau melanjutkan program di Samarinda setelah 10 hari di Bontang.

“Tim pelatih mengatakan kepada saya bahwa pemain perlu rehat agar otot-otot mereka juga tak terus menerus tegang. Lagi pula, kita menghindari agar pemain tak mengalami cedera saat ini,” ujar Ari.

Saat menjalani latihan di Bontang, tercatat ada tiga pemain mengalami cedera. Ketiga pemain tersebut adalah Renan Silva, Wahyudi Hamisi serta Dirga Lasut. Hal inilah yang coba dihindari tim pelatih saat ini. “Makanya, kami berikan mereka istirahat selama tiga hari. Tujuannya tentu saja saat latihan kembali, kondisi semua pemain benar-benar bugar,” papar Ari.

Terlepas dari libur yang diberikan, Ari juga memastikan jika tim tak akan menjalani latihan di Stadion Segiri hingga beberapa hari ke depan. Pasalnya, stadion tertua di Samarinda tersebut masih dalam tahap perawatan rumput lapangan. Pemain direncanakan menjalani latihan lanjutan sebelum Liga 1 bergulir di Stadion Utama Kaltim, Palaran.

“Kami sudah melihat kondisi lapangan di Palaran dan lapangan di sana sangat layak digunakan untuk latihan,” sebut Ari.

Sebenarnya, selain Stadion Utama Kaltim yang dibangun untuk pelaksanaan PON 2008 tersebut, manajemen juga sempat memantau lapangan Stadion Madya Sempaja. “Tapi setelah kami lihat Stadion Sempaja, kami memutuskan untuk menggunakan Stadion Palaran saja. Memang jaraknya lebih jauh, tapi rumput lapangan lebih layak untuk latihan,” pungkas Ari. (UPI)