Kekhawatiran manajemen Borneo FC terkait leg kedua perempat final Piala Indonesia akhirnya menjadi kenyataan. Pihak Persib Bandung selaku tuan rumah, mengirim surat resmi pada manajemen Pesut Etam. Isinya adalah pemberitahuan jika pertandingan leg kedua tak mendapat izin keamanan sesuai dengan tanggal awal, yakni 29 April. Pihak Persib meminta pertandingan diundur hingga 4 Mei mendatang.

Kepastian penundaan ini kemarin sore disampaikan Sekretaris Borneo FC, Hariansyah Ari saat dikonfirmasi. Menurut Ari, sejak awal pihaknya memang meragukan kepastian pertandingan leg kedua tersebut.

“Kita tahu situasi dan kondisi di Jawa Barat saat ini, terkait dengan masih berlangsungnya penghitungan suara pemilu. Memang beda dengan Kaltim yang relatif aman,” terangnya.

Menurut Ari penundaan ini tak akan membawa banyak dampak pada Borneo FC. Sebaliknya, manajemen kini lebih bisa mempersiapkan segala sesuatunya sejak jauh-jauh hari untuk keberangkatan dan penginapan di Bandung. “Sisi positif lainnya mungkin terkait dengan teknis persiapan tim,” sambung Ari.

Meski sudah mendapat surat resmi dari pihak Persib, manajemen tetap menanti surat resmi dari PSSI selaku pelaksana turnamen. Borneo FC ujarnya berharap segera mendapat kepastian dari PSSI terkait penundaan ini.

“Penundaan ini jelas berdampak pada durasi turnamen. Tapi kita tak masalah, karena yang meminta penundaan bukan kita, tetapi dari pihak Persib. Jadi kita tinggal menunggu surat resmi dari PSSI saja lagi,” tegasnya.

Pertandingan Persib Bandung kontra Borneo FC bukan satu-satunya yang harus ditunda pada Piala Presiden ini. Sebab pertemuan antara Persebaya Surabaya kontra Madura United, juga harus ditunda. Alasannya pun sama, pihak Persebaya tak mendapat izin keamanan dari Polrestabes Surabaya karena terkait masalah pemilu. (UPI)