Borneo FC selama ini dikenal sebagai salah satu tim yang terus mengangkat prestasi pemain-pemain muda. Dan hasilnya sudah terlihat dalam beberapa musim terakhir, di mana pemain muda berhasil menembus skuad senior di kompetisi Liga 1.

Dan agar kebiasaan ini tak putus, pencarian bakat pemain muda pun dilakukan sekaligus untuk persiapan Borneo FC berkompetisi di Liga 1 U-19 musim ini. Sejak beberapa hari lalu, Direktur Akademi Borneo FC, Ricky Nelson Gideon melakukan seleksi di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, untuk mencari potensi pemain muda di Benua Etam. Menariknya, seleksi ini ternyata tak hanya diikuti pemain dari Kaltim. Sebab beberapa pemain dari luar pun berdatangan untuk mengadu nasib di Tenggarong.

“Saat ini seleksi masih kita lakukan. Namun dari 200 pemain yang ikut sejak hari pertama sampai hari kedua, kita sudah mendapatkan 54 pemain. Dan jumlah ini nantinya juga akan kita kurangi lagi,” terang Ricky.

Ricky membenarkan ada beberapa pemain luar Kaltim hadir dalam seleksi ini. Mereka datang dari Sulawesi Utara dan beberapa pemain hadir dari Jawa. Disebutkannya, para pemain yang ada saat ini terutama 54 pemain yang ada punya potensi luar biasa. Mereka nantinya akan dipadukan dengan beberapa pemain yang ada, terutama pemain Borneo FC yang usianya masih bisa diturunkan di kompetisi musim ini.

“Dengan 54 pemain yang ada saat ini, saya yakin kita akan lebih baik dibandingkan musim lalu,” sambungnya.

Di hari ketiga dan keempat yang dimulai hari ini dan esok, Ricky mengaku akan memberikan sesi game pada pemain seleksi ini. Kualitas dan kemampuan mereka akan dipantau dengan lebih detail untuk mencari 40 pemain tersisa nantinya.

“Mungkin Senin (13/5) kita sudah punya gambaran bagaimana kekuatan tim di musim ini. Sebab di Senin kita sudah menjalani latihan dengan 40 pemain. Jadi sedikit banyaknya gambaran tim di musim ini untuk usia 19 tahun sudah terlihat,” terangnya.

Disinggung mengenai karakter pemain yang diinginkan, Ricky menegaskan hadirnya pemain berkarakter kuat adalah yang paling diidamkannya. “Saya ingin tim ini bermain lebih agresif, lebih fighter. Tujuannya agar filosofi klub dengan jargon 'Manyala' bisa lebih terlihat di kompetisi nanti,” tegasnya. (SU)