Di tengah masa persiapan jelang pertandingan terakhirnya menghadapi Perseta Tulungagung, Pusamania Borneo FC (PBFC) masih harus dipusingkan dengan kasus lama yang kembali mencuat. Ya, pada hari ini, mereka yang diwakili oleh manajemen akan menghadiri undangan sidang dari komisi disiplin PSSI di Jakarta.


Undangan yang dilayangkan pada 18 Agustus lalu tersebut berisikan undangan untuk menghadiri sidang untuk membicarakan perkara yang terjadi pada 4 Juni lalu ketika PBFC menjalani laga tandang menghadapi PSMP.


Memang, pada pertandingan tersebut terjadi keributan antarpemain ketika pertandingan tengah berlangsung. Pertandingan pun harus tertunda hingga 10 menit lamanya.


Atas kejadian tersebut para pemain yang terlibat dalam keributan tersebut pun dijatuhi sanksi. Salah satunya adalah penjaga gawang PBFC, Bayu Cahyo yang kala itu dikartu merah, dilarang bermain pada dua pertandingan, kemudian membayar denda senilai Rp 25 juta. Tidak hanya itu, ofisial PBFC yang kala itu terpancing dan “ikut serta” dalam keributan tersebut pun diganjar wajib membayar denda senilai Rp 10 juta.


Meski demikian, Tommy mengatakan tetap akan mematuhi panggilan tersebut. Setelah sidang yang rencananya berlangsung sore ini, Tommy akan langsung bertolak ke Tulungagung, menyusul tim yang lebih dulu tiba di sana. “Kami akan ikuti tahap-tahapnya. Saya akan jelaskan di sana nanti agar selanjutnya tidak ada yang dirugikan,” pungkas Tommy. Namun, hingga berita ini ditulis, keputusan atas hasil sidang belum diketahui. (End)