Liga 1 musim ini digulirkan bertepatan dengan bulan Ramadan. Hal ini jelas membuat porsi latihan harus disesuaikan, karena seluruh pemain tak bisa dipaksakan untuk digenjot fisiknya. Pertandingan pun harus dimainkan malam mulai pukul 21.30 WITA. Hal ini membuat para pemain harus benar-benar bisa menjaga kondisi tubuhnya.

Hadi Wijaya, dokter tim Borneo FC mengatakan seluruh pemain terus dipantau kondisinya agar benar-benar fit saat bertanding dan latihan. “Ya, para pemain perlu mempersiapkan segalanya agar kondisi tubuh mereka fit. Yang harus dilakukan adalah pemain harus cukup istirahat dan yang terpenting mereka tak boleh kekurangan cairan.” Ujar Hadi.

Dijelaskannya, sebagai seorang atlet yang banyak mengeluarkan energi saat bertanding, pemain setidaknya mengkonsumsi air dua sampai tiga liter perhari. Sebab, asupan air yang banyak setidaknya bisa mencukupi cairan yang dibutuhkan pemain saat 12 jam tak mengkonsumsi apapun ketika berpuasa.

“Saya katakan kepada pemain, mereka harus makan sahur dengan serat yang banyak, makanan dengan kadar gula yang cukup dan tentu saja meminum air seperti yang saya katakan sebelumnya,” tambahnya.

Di saat tim menjalani tur seperti saat ini, Hadi mengatakan official trainning yang dilakukan malam hari membuat pemain harus makan saat berbuka dengan asupan yang tepat.

“Dan yang perlu diketahui adalah, saat pemain berisitirahat setelah berbuka puasa dan latihan menjajal lapangan, pemain yang berpuasa diharuskan tidur di suhu udara yang tak terlalu dingin. Pun setelah mereka menjalani sahur. Suhu udara yang tepat untuk pemain adalah antara 22 hingga 26 derejat celcius. Jika suhu udara di bawah batas tersebut, dikhawatirkan pemain akan mengalami dehidrasi.

“Suhu yang dingin bisa membuat pemain cepat kehilangan cairan. Ini yang saya katakan pada pemain setelah mereka buka puasa dan latihan malam, serta setelah sahur,” pungkasnya. (SU)