Borneo FC musim ini punya kesempatan lolos ke Piala AFC di musim depan. Syaratnya memang tak mudah, selain prestasi tim harus meroket, beberapa persyaratan berkenaan dengan kelengkapan fasilitas home base juga menjadi syarat lain yang harus dipenuhi.

Ya, Borneo FC setidaknya berada di peringkat kedua klasemen akhir jika ingin bermain di level Asia. Selain itu, menjadi juara di turnamen seperti Piala Indonesia, menjadi jalur lain agar bisa berkompetisi di level lebih tinggi tersebut.

Meski demikian, jajaran manajemen terus melakukan pembelajaran dan pembenahan. Salah satunya adalah dengan mengikuti Workshop Club Licensing yang dilaksanakan di Sentul. Pada tahun-tahun sebelumnya, pelatihan yang dilaksanakan PSSI ini ditempatkan di Jakarta.

“Pada acara tahun ini, yang disampaikan adalah review tahun lalu. Artinya, bagaimana klub bisa mendapatkan AFC Club Licensing dan kenapa ada klub yang tidak bisa mendapatkannya. Banyak catatan yang harus diperbaiki, apa saja yang harus dilengkapi dan bagaimana cara melengkapi dengan baik dan benar,” ujar Hariansyah Ari, Sekretaris Borneo FC.

Ari tak sendirian mengikuti acara ini. Reza Katamsi selaku Club Licensing Officer Borneo FC, juga hadir mengikuti acara yang diikuti seluruh perwakilan tim Liga 1 tersebut. Dikatakan Ari, dalam pemaparan di acara tersebut disampaikan data-data negara lain seperti Jepang yang bisa mendapatkan lisensi sampai 40 klub.

Club Licensing ini memang sangat penting. Tujuannya dalah untuk meningkatkan kualitas manajemen, kualitas tim, kualitas kompetisi, sampai kualitas timnas sebuah negara. “Makanya untuk undangan workshop ini, selain Reza Katamsi, saya juga diminta hadir sebagai perwakilan manajemen. Apa yang disampaikan di sini betul-betul membuka wawasan bagaimana standar sebuah klub bisa dikatakan profesional," papar Ari.

Disebutkannya lagi, Club Licensing ini harus dipenuhi semua karena secara tak langsung adalah benang merah dari bagaimana menjalankan tata kelola klub yang baik dan benar, supaya bisa mendapatkan regenerasi pemain, menaikkan fan base, menaikkan profit industri bola di klub dan lain sebagainya.

“Sehingga prestasi akan dengan sangat mudah datang dengan sendirinya. Tidak hanya sekadar untuk diakui sebagai klub professional," sambungnya.

Sementara itu Reza mengaku, dirinya tak berani menjanjikan kepada publik untuk bisa melengkapi persyaratan untuk mendapatkan lisensi tersebut. Sebab persoalan yang terjadi di lapangan cukup kompleks dan berbeda-beda.

"Ya, memang tiap tahun kendala yang dihadapain berbeda-beda. Tapi kita coba lakukan yang terbaik untuk bisa mendapat lisensi dimusim ini," sebutnya. (SU)